Lestarikan Budaya Sunda Lewat Kompetisi

Pasanggiri Basa, Sastra, Aksara jeung Kasenian Sunda jadi ajang kompetisi sekaligus upaya melestarikan seni dan budaya Sunda di Kabupeten Cianjur

RADARCIANJUR.com -Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Sunda SMA kabupaten Cianjur menggelar ‘Pasanggiri Basa, Sastra, Aksara jeung Kasenian Sunda’ tingkat SMA se-Kabupaten Cianjur tahun 2019.

Kegiatan kompetisi antar pelajar tersebut digelar di SMA Negeri Mande, Sabtu (25/8) kemarin dengan diikuti total 133 peserta dari 19 SMA baik negeri maupun swasta di Kabupaten Cianjur.

Ketua MGMP Bahasa Sunda Kabupaten Cianjur, Farhan Nasrullah mengatakan, kegiatan tersebut selaras dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 69 Tahun 2013 Tentang Pelaksanaan Pelajaran Bahasa Sunda tingkat SMA serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2014 Tentang Pelestarian Aksara dan Bahasa Daerah.

“Acara ini juga merupakan salah satu upaya turut serta melestarikan budaya daerah, yaitu budaya Sunda, yang semakin hari semakin pudar tergerus zaman,” terang Farhan.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, Ester Miori Dewayani mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Selain itu, pihaknya juga berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan secara periodik dan terus menerus.

“Ini betul-betul sebuah wujud nyata MGMP Kabupaten Cianjur sebagai garda terdepan untuk menjaga nilai-nilai seni dan budaya Sunda yang ada di Cianjur,” tuturnya.

Ia berharap, semua pihak terkait bisa ikut mendukung dan bersama-sama melestarikan seni dan budaya tradisional. Sehingga, nilai-nilai budaya tersebut tetap lestari dan terjaga.

“Karena ini bagian dari sebuah peradaban yang harus tetap dipertahankan, biar tidak punah di tengah kemajuan zaman dan perkembangan teknologi serta serbuan konten-konten yang kurang mendidik,” lanjutnya.

Pasanggiri itu, tambahnya, juga sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatiran berbagai pihak terkait pelestarian budaya Sunda. “Jadi Cianjur ini bisa ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian budaya Sunda di Jawa Barat,” ucapnya.

Ke depan, pihaknya saat ini tengah menggagas pekan budaya Sunda yang nantinya akan menampilkan segala macam yang terkait dengan seni budaya dan tradisional Sunda.

“Mulai dari pakaian, makanan, seni dan budaya sampai bahasanya, semua ada di pekan budaya itu. Jadi nanti bisa menjadi ajang untuk makin menguatkan budaya Sunda itu sendiri,” jelasnya.

Di tempat yang sama, ketua panitia kegiatan, Acep Deri Cahyadi menjelaskan, ada enam bidang yang dikompetisikan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Pasanggiri Pupuh, Kawih, Biantara, Ngadongeng, Maca Sajak, Maca-Nulis Aksara Sunda.

“Pertama, kami ingin memfasilitasi kegiatan SMA melalui minat bakat dan keterampilan siswa, utamanya yang terkait dengan seni budaya Sunda,” jelasnya.

Kedua, ingin mendorong program penguatan pendidikan karakter dan gerakan literasi sekolah. Pihaknya berharap, kegiatan ini ke depannya bisa mendapat perhatian dan dukungan dari pihak terkait.

“Semoga kegiatan ini terus dilaksanakan dengan jumlah bidang yang dilombakan semakin banyak tiap tahunnya. Selain itu, berharap dukungan pemerintah setempat dan pemerintah provinsi Jawa Barat,” harapnya.

Dalam kegiatan itu sendiri, SMA Negeri 1 Cianjur, untuk kali kedua kembali menjadi juara umum dengan menempatkan enam siswanya yang berhak untuk maju ke tingkat provinsi.

“Para pemenang di masing-masing mata lomba, akan mewakili Kabupaten Cianjur dalam Pasanggiri di tingkat Provinsi Jawa Barat pada tanggal 2-4 September mendatang,” pungkas Acep.

(tim)