Parah! Tugu Nama Pahlawan di Cianjur Dirusak

VANDALISME: Sejumlah tugu pahlawan di Cianjur dirusak orang tak bertanggungjawab. Seperti yang terlihat di Jalan Adi Sucipta. Padahal, tugu tersebut memberikan informasi terkait sejarah yang cukup berharga.

RADARCIANJUR.com – Historika Indonesia, sesalkan adanya pemgrusakan dan vandalisme terhadap tiga tugu nama jalan dengan menggunkaan nama pahlawan di Cianjur oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Direktur Eksekutif Historika Indonesia, Abdul Basyith mengatakan, ada tiga tugu nama jalan di Cianjur mengalami kerusakan. Ketiga tugu tersebut di antaranya tugu Harun Kabir, Suroso, dan Adi Sucipta.

Menyikapi hal itu, Historika Indonesia telah melayangkan surat protes terhadal aparat keamanan dan pejabat terkait dan mengecam para pelaku pengrusakan.

“Sebetulnya, kejadian ini bukan yang pertama kalinya,” kata Basyisth.

Basyith menjelaskan, tugu nama jalan di Cianjur dicetuskan oleh Historika Indonesia sebagai lembaga atau komunitas yang menerima dana hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2017 lalu.

Tugu tersebut dibangun mengingat masih banyaknya warga yang belum tahu tentang pahlawan lokal yang namanya dijadikan sebagai nama jalan.

Tugu penanda jalan tersebut dibuat senagai tanda penghargaan terhadap Suroso, Harun Kabir, Tjijih Wiarsih, Raden Arya Cikondang, dan Pangeran Hidayatullah.

Mereka adalah pahlawan yang berasal dari Cianjur. Sementara itu Pangeran Hidayatullah, pahlawan asal Banjarmasin yang diasingkan ke Cianjur.

“Tercatat dalam beberapa kesaksian para pelaku sejarah, tepatnya 1945-1949, Cianjur adalah salah satu tempat perlawanan para pejuang Indonesia yang esensial,” jelasnya.

Ia mengatakan, Adi Sutjipta merupakan salah seorang pejuang Indonesia yang aktif melawan tentara Inggris antara tahun 1945-1949. Di lokasi yang dibangun tugu sebagai tanda telah terjadi pertempuran di sana.

“Meski belum ditetapkan sebagai pahlawannasional, namun jasa mereka melawan penjajah patut dihargai dan dikenang,” katanya.

(dil)