BI Bidik Pariwisata di Cianjur

RADARCIANJUR.com – Bank Indonesia (BI) terus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi pariwisata di beberapa daerah di Jawa Barat (Jabar) seperti Cianjur, Garut, Cirebon dan Sukabumi. Rencananya, BI akan menggandeng platform digital asli Indonesia, Traveloka untuk kembangkan pariwisata.

Hal itu dikemukakan Kepala BI Jabar, Dony P. Joewono saat menggelar diskusi bertajuk “Pemanfaatan Tekhnologi Digital dalam Pengembangan Sektor Pariwisata” di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, (21/08).

Dony memaparkan, selama ini Jawa Barat masih dikuasai oleh industri manufaktur. Persentasenya mencapai 42 persen. Namun, lanjut dia industri manufaktur tidak bisa terus diandalkan dan cendrung menurun. Menurutnya, harus ada terobosan baru. Melalui sektor pariwisata salah satunya.

“Ada tiga calon sumber pertumbuhan perekonomian baru, yang bisa mengimbangi manufaktur di Jabar. Yakni pariwisata, industri kreatif dan perikanan. Cirebon miliki batik dan segudang destinasi wisata. Pariwisata dan ekonomi kreatifnya maju, Garut juga sama. Begitu juga dengan Sukabumi dan Cianjur,” ujarnya.

Dony menambahkan, BI Jabar kedepannya akan mencontoh keberhasilan BI NTT dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan priwisata. Terlebih, Jabar dianggap sebagai lumbung potensial yang memiliki unggulan di sektor pariwisata.

Figur nomer satu di BI Jabar ini juga mengungkapkan, saat ini supply dolar lebih kecil dibanding demand, sehingga salah satu tugas BI adalah merumuskan agar tidak terus terjadi defisit neraca belanja. Salah satunya melalui pariwisata.

“Dolar itu masuk ke kita dari tiga hal, pertama batu bara, lalu sawit, dan ternyata pariwisata nomor tiga. Nah, kita upayakan dari yang nomor tiga itu,” katanya.

Salah satu yang akan dilakukan untuk hal tersebut adalah menggandeng platform digital yang juga berfokus pada pengembangan pariwisata, yakni Traveloka. Nantinya BI Jabar akan membuat percontohan terhadap satu daerah untuk mengembangkan pariwisata.

“Kita mungkin bisa kerja sama dengan Cianjur, Sukabumi, atau daerah lainnya untuk menjadi pilot project,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Product Manager for Payment Traveloka Willy Sakareza mengaku siap membantu pengembangan pariwisata di Jabar. Nantinya, setelah ditentukan daerah mana yang siap kerja sama, akan ada tim yang melakukan asesmen.

Menurutnya, pengembangan wisata tersebut tidak hanya berlaku bagi pemerintah daerah, tapi juga swasta, koperasi, bahkan individu.
“Kita selalu terbuka bagi siapa saja untuk dikenalkan pada customer yang saat ini mencapai satu juta user per hari. Silakan sampaikan dan kita nanti pelajari bersama,” ujar pria yang karib disapa Saka itu.

(rzy)