Lolos ke Final, Ini Kunci Kemenangan SMA Regina Pacis

Tim basket SMA Regina Pacis sukses menumbangkan SMAN 1 Bogor.

RADARCIANJUR.com – Tim Basket Putra SMAN 1 Bogor dipaksa menyerah lebih awal. Mereka harus mengakui keunggulan Tim Basket Putra SMA Regina Pacis Bogor dalam laga Fantastik Four Honda DBL West Java Series 2019, Rabu (28/8/2019).

Laga bertajuk derbi Juanda itu menyajikan tontonan yang menarik. Seperti yang terjadi di kuarter pertama, kedua tim saling kejar mengejar poin.

Baik melalui long shoot, maupun short shot. Tercatat pada tiga menit awal kedua tim bermain imbang dengan sama-sama mengemas 5 poin. Memasuki menit keempat, SMA Regina Pacis mulai bermain bringas.

Pemainan apik Reinard Axelius dan kawan-kawan membuat SMAN 1 Bogor pontang-panting. Dengan mudah SMA Regina Pacis memasukan bola kedalam kerangjang melaui.

Baik melaui lay up, short shoot, long shot, mapupun tembakan 3 poin. Tidak hanya itu, tim berjuluk Recis itu mampu memanfaatkan free throw yang mereka dapat. Al hasil, skor 9-21 untuk keunggulan Recis menutup Kuarter pertama.

Jalanya kuarter kedua tidak jauh berbeda. Recis yang leading 12 poin, membuat mereka leluasa memainkan bola. Dominasi tim besutan Fajar Maulana itu tak terbendung.

Mereka mampu menambah 27 poin pada kuarter kedua itu. Sementara itu, Smansa hanya mampu menambah poin 14. Memasuki sepuluh menit ketiga, Smansa mulai bangkit.

Bermain di hadapan ratusan pendukungnya yang berisik sejak kuarter awal, Muhammad Bintang dan kawan-kawan mampu memangkas jarak. Tim besutan Andri Malay itu mampu menambah 21 poin pada kuarter tiga.

Namun, Recis tidak kalah produktif. Mereka menutup kuarter ketiga dengan tambahan poin 17. Jalanya pertandingan semakin seru di kuarter empat. Kedua pelatih beradu strategi.

Smansa yang tertinggal jauh, perlahan mulai mengejar. Tercatat, dalam kuarter empat itu, ada lima tembakan 3 poin yang sukses. Sementara itu, Recis yang sudah unggul, nampak bermain lebih santai.

Bahkan Vincent Ivandrew Pelafu berkali kali memakerkan skil dribling. Pemain nomor punggung 7 Recis itu nampak menari-nari. Memancing para pemain Smansa yang beradu cepat dengan waktu.

Tidak mau kalah, Elang paksi turut memamerkan skill. Berkali-kali pemain nomor punggung 8 Smansa itu mampu mencetak 3 poin. Sepanjang laga ia mencetak 9 angka dari tembakan 3 poin itu.

Balas membalas skill dan poin pun terus berlangsung pada kuarter penentu itu. Seperti yang dilakukan oleh Reinard Axelius. Pemain nomor punggung 1 Recis itu berkali kali menerobos pertahanan Smansa.

Bahkan dirinya tercatat sebagai pencetak skor terbanyak dalam laga tersebut. Bermain selama 28 menit, ia mampu menyumbangkan 29 poin. Pun dengan Jerrel Susilo. Ia mampu mencatatkan 23 poin sepanjang laga tersebut.

Permainan kedua tim yang mempertontonkan skil ini membuat waktu seolah berjalan lebih cepat. Sadar jauh tertinggal, Smansa terpaksa menyerah kala waktu tersisa 12 detik. Laga derbi juanda itupun ditutup dengan skor 92-72 untuk kemenangan SMA Recis. Dengan hasil ini wakil kota bogor itu akan menghadapi SMAN 1 Cikampek dilaga berikutnya.

Menanggapi hasil pertandingan tersebut, Pelatih SMA Recis, Fajar Maulana mengaku gembira. Mereka mampu mengalahkan Smansa yang dilatih oleh mentornya sendiri. “Ini luar biasa. Kita bisa menang,” ucapya sembari mengembangkan senyum lebar saat diwawancara radarbogor.id seusai laga.

lebih lanjut, ia mengatakan kunci kemenangan pada game ini ada di kuarter pertama. Ia meminta kepada anak asuhnya agar mencuri poin sebanyak-banyakya pada kuarter pembuka tersebut.

“Jika kuarter pertama kita menang tipis atau kalah akan repot. Dan kita bisa unggul jauh di kuarter pertama 21-9, sehingga lebih mudah pada kuarter selanjutanya,” tukasnya.

(all)