Jenazah TKI Tewas di Yordania Tiba di Cianjur

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Setelah menunggu sekian lama dan tak pasti, akhirnya, jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ditemukan meninggal dunia di Yordania, Ani binti Iin (37), akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya.

Rencananya, jenazah warga Kampung Cidalung RT 7/3, Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, itu akan tiba di rumah duka hari ini, Jumat (30/8). Kabar tersebut dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi.

Ricky menyatakan, sebelumnya, proses pemulangan jenazah Ani mengalami sejumlah kendala, utamanya masalah biaya.

“Alhamdulillah, selama kita dapat ‘Brafax’ dari KBRI Yordania bahwa almarhum Ani akan dipulangkan,” katanya kepada Radar Cianjur, Kamis (29/8).

Permasalahan biaya pemulangan jenazah Ani, jelasnya, terjadi lantaran korban selama ini bekerja tidak dengan majikan yang tetap, atau berpindah dari tempat satu ke tempat yang lainnya.

Karena itu, Ani tidak mendapatkan asuransi maupun biaya pemulangan dari majikannya. Beruntung, koordinasi intens Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yordania, pemulangan jenazah Ani bisa dilakukan.

“Almarhumah bisa dipulangkan dengan bantuan biaya pemulangan dari KBRI Yordania,” paparnya.

Ricky melanjutkan, rencananya, Disnakertran Kabupaten Cianjur akan melakukan penjemputan jenazah Ani di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta Barat. Selanjutnya, jenazah akan langsung diantar dan diserahterimakan kepada pihak keluarga.

“Semoga besok (hari ini, red) tidak ada kendala biar jenazah almarhuman bisa langsung dibawa ke rumah duka di Naringgul,” harapnya.

Sementara, kabar kepulangan jenazah Ani itu disambut pihak keluarga yang selama ini memang sudah sekian lama menunggu sekian lama. Adik almarhumah, Maryani (29) menyapaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membatu pemulangan jenazah kakaknya itu.

“Saya mewakili keluarga menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang sudah ikut membantu pemulangan jenazah kakak kami,” tuturnya.

Kendati demikian, pihak keluarga berharap agar hak-hak dan asuransi yang seharusnya diterima almarhuma bisa diupayakan. Pasalnya, selama sembilan tahun bekerja sebagai TKW di Yordania, kakaknya itu belum pernah menerima gaji sepeserpun.

“Jangankan gaji, kabarpun tidak ada tahu. Tahunya sudah meninggal dunia. Harapan kami, seandainya ada hak-hak dan asuransi untuk almarhumah mohon agar bisa diserahterimakan,” tutupnya.

(jay)