Sembilan Rumah Warga Sukaresmi Gosong

Kebakaran di Sukaresmi FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Tujuh rumah semi permanen di Kampung Jukut Siil RT 03 RW 03, Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi ludes terbakar si jago merah, Jum’at (30/8) sekitar pukul 12.00 WIB. Dugaan sementara, api berasal dari konsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cianjur, kejadian tersebut berawal ketika seorang warga bernama Lilih sedang beristirahat di ruang tamu, dan melihat ke atas plafpon rumahnya api telah berkobar.

Mengetahui hal itu, Lilih segera keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan yang kemudian didengar oleh warga lain bernama Mariam.

Selanjutnya kedua warga tersebut mencoba meminta pertolongan kepada warga lainnya yang tengah melaksanakan shalat Jum’at di masjid, hingga akhirnya setelah selesai shalat Jum’at, barulah warga berdatangan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

“Barulah dari pihak kepolisian dengan dibantu petugas Damkar ikut memadamkan api, hingga akhirnya api dapat dipadamkan satu setengah jam kemudian,” tutur Kepala Desa Cikanyere, Abad.

Akibat kebakarna itu, lanjut Abad, tujuh rumah warga ludes beserta seluruh isinya, ditambah dua rumah warga lainnya yang terbakar sebagian. Masing-masing rumah tersebut yakni milik Mumuh (69), Juminta (70), Suma (65), Num (45), Toni (35), Ujang Saefulloh (40) dan Entin (60). Ditaksir mencapai tujuh ratus juta rupiah.

“Kejadiannya memang sangat cepat sekali karena warga sedang melakukan aktivitas sholat Jumat di mesjid,” bebernya.

Dia menambahkan, lamanya sekitar tiga puluh menit berkobar, api lantas dapat dipadamkan setelah mobil dari pemadam kebakaran langsung diterjunkan kelokasi.

“Padamnya kobaran api setelah dari pihak damkar dan puluhan warga membantu memadamkan api,” jelasnya.

Ia sangat mengimbau kepada masyarakat atas kejadian itu, diharapkan sangat waspada dan berhati-hati. Pasalnya selain sedang musim kemarau, juga dugaan konsleting listrik sering terjadi.

“Memang tidak dipungkiri namanya takdir. Tetapi semoga saja kejadian seperti ini tidak lagi ada di kampung dan desa kami ini,” pungkasnya.

(dan)