Ani Meninggal di Jordania, Keluarga Ikhlas tapi Penyebab Kematian harus Jelas

BERPULANG: Sembilan tahun tak ada kabar, Ani (37) meninggal dunia diduga karena over dosis obat.

RADARCIANJUR.com – Ani binti Iin (37) tenaga kerja wanita (TKW) dari Kecamatan Naringgul menambah panjang deretan pekerja migran asal Cianjur yang harus meninggal dunia di negeri orang. Meski ikhlas, pihak keluarga masih kurang puas dengan penjelasan terkait penyebab kematian Ani yang bekerja di Jordania untuk kali kedua itu. Pasalnya, keluarga tak mendapatkan keterangan jelas terkait penyebab kematian Ani yang dianggap kurang wajar.

Berulang kali kabar duka menimpa keluarga pahlawan devisa asal Kabupaten Cianjur. Ani binti Iin (37) yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Cidalung RT07 RW03 Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur meninggal dunia di negara penempatan Jordania.

Berdasarkan informasi, Ani berangkat menjadi TKI ke Jordania sejak sembilan tahun silam tanpa ada kabar kepada pihak keluarga. Hingga pada tanggal 5 Agustus 2019, dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur mengabarkan bahwa Ani telah tiada. Kabar tersebut membuat kaget semua anggota keluarga dan pamilinya di tanah air.

“Saya kaget, karena almarhumah sembilan tahun tidak ada kabar sama sekali. Tiba-tiba ada kabar meninggal,” ujar Rosid Sumantep (45) kakak kandung almarhumah, ditemui di Kantor DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianiur, Jumat (30/8).

Rosid menuturkan, setelah mendapatkan kabar tersebut, pihak keluarga ikhlas. Tapi mempertanyakan penyebab kematian, alangkah baiknya ada alasan meninggalnya.

“Tanggal kematiannya juga tidak tau kapan, taunya pas tanggal 9 agustus dari Disnakertrans Kabupaten Cianjur,” ungkapnya.

Sementara itu, DPC Astakira Pembaharuan Cianjur selaku kuasa pihak keluarga akan menelusuri dan mempertanyakan ke instansi terkait mengenai kematian almarhumah.

“Dari penuturan keluarga, almarhumah tidak ada kabar selama sembilan tahun. Setelah itu mendapatkan kabar meninggal dan kita akan telusuri,” tegas Ketua DPC Astakira Pembaharuan Cianjur, Ali Hildan.

Lanjut pria yang biasa disapa Najib ini, sebelumnya pernah ada keterangan dari Disnakertrans Kabupaten Cianjur yang memberitahukan bahwa ada 13 poin kematian almarhumah Ani seperti overdosis, posisis jenazah tergeletak di depan gedung dan ditemukan polisi.

“Kami meminta kepada BHI atas meninggalnya PMI Cianjur ini agar kasusnya jelas dan tidak terjadi kembali hal serupa,” paparnya.

Pihaknya pun berharap Disnakertrans bisa menuntaskan kasus tersebut dan menanyakan kematian almarhumah. Saat ini, pihaknya sudah menerima surat pemulangan jenazah dan akan melakukan pendampingan serta memperjuangkan hak-hak almarhumah selama bekerja di Yordania.

Di sisi lain, Disnakertrasn Kabupaten Cianjur mengaku pihaknya sudah menginformasikan semua penyebab kematian. Dari informasi Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Ani meninggal pada tanggal 5 Agustus 2019, lalu pada tanggal 8 Agustus 2019 dikabarkan dari KBRI Yordania.

Dari KBRI Yordania meminta data-data keluarga Ani yang berada di Cianjur, lalu pada tanggal 10 Agustus 2019 data serta informasi disampaikan ke KBRI mengenai alamat keluarga dan nomor teleponnya.

“Pihak keluarga saat itu tidak bisa membuat pemulangan, akhirnya kami membantu pembuatan surat tersebut dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju naringgul,” terangnya.

Selain itu, pihaknya mendapatkan informasi dari pihak KBRI Yordania, selama bekerja, almarhumah selalu pindah-pindah tempat kerja. Selain itu, Ani sedang mengalami sakit sehingga mengkonsumsi obat yang mengakibatkan over dosis.

“Jadi meninggal bukan di majikan. Yang bersangkutan sakit, terus over dosis obat. Setelah dicek forensik tidak ada kekerasan dan murni over dosis,” tutupnya.

(kim)