Kantin dan Dua Ruangan SDN Pasir Sarongge Gosong

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Kebakaran melahap kantin dan dua ruangan Sekolah Dasar (SD) Negeri Pasir Sarongge, di Kampung Sarongge RT 03 RW 06 Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Senin (2/9) sekitar pukul 12.00 WIB. Beruntung, siswa-siswi langsung dipulangkan saat kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cianjur di lokasi kejadian, diduga api berasal dari kompor di kantin sekolah yang ditinggal oleh pengelola. Pasalnya, pengelola kantin diketahui sedang memasak sejak pukul 10.00 WIB yang kemudian ditinggal pulang ke rumahnya yang jaraknya tak jauh dari sekolah.

Teti Susanti Apriani (36), salah seorang guru SDN Pasir Sarongge sekaligus saksi mata mengatakan, kebakaran terjadi begitu cepat. Saat kejadian, dirinya sedang mengikuti rapat dengan kepala sekolah dan operator di salah satu ruangan dekat kantin.

“Kemudian saya keluar ruangan untuk menemui siswa SMP, ternyata api sudah besar dari kantin,” terangnya.

Teti menuturkan, api yang membesar, lalu merembet ke dua ruangan lainnya yang bersebelahan dengan kantin, yakni ruang perpustakaan dan gudang. “Itu ruangannya milik SMP,” lanjutnya.

Melihat api yang sudah membesar, ia lalu berteriak meminta tolong kepada orang-orang di sekitar sekolah yang lantas berusaha memdamkan api dengan alat seadanya. “Untungnya siswa-siswi sudah lebih dulu dipulangkan karena memang tadi kan ada rapat. Jadi sekolah dalam keadaan kosong,” jelasnya.

Sayangnya, upaya memadamkan api dengan alat seadanya itu tak banyak membantu dan api terus melahap ketiga bangunan tersebut. “Kami mencoba memadamkan api sebisa mungkin, tetapi belum berhasil,” sambungnya.

Baru sekitar 10 menit kemudian datang unit pemadam kebakaran ke lokasi. “Sekitar sepuluh menit belum ada dari Damkar. Tak lama dari situ, datang pemadam kebakaran dan alhamdulillah sekitar setengah jam api sudah bisa dipadamkan,” bebernya.

Bangunan yang terbakar tersebut, dikatakan Teti, merupakan bangunan yang bersumber dari bantuan salah satu perusahaan dekat sekolah. Dengan luas bangunan sekitar 4 x 10 meter persegi, kini luluh lantak terbakar.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kalau kerugian kira-kira bisa sampai ratusan juta,” ujar Teti.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Pacet Iptu Sunaryo mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi. Akan tetapi, polisi juga masih belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut lantaran masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami belum bisa memastikan darimana penyebab kebakaran ini. Yang jelas sangat bersyukur tidak ada korban jiwa maupun luka. Tetapi kerugian material berupa bangunan dan sejumlah arsip serta barang-barang sekolah,” kata Sunaryo.

Selain itu, Sunaryo menambahkan, pasca kebakaran di lokasi kejadian, saat ini telah dipasang garis polisi. Hal tersebut untuk memudahkan olah TKP dan penyidikan lebih lanjut nanti.

“Semua saksi telah memberikan keterangannya. Semoga saja dari kejadian ini, kita semua bisa terus waspada dan sangat diimbau untuk lebih berhati-hati apalagi disaat sedang menyalakan api dimanapun kegiatannya,” tukasnya.(dan)