Kemeriahan Tahun Baru Islam di Sukamulya, 10.000 Obor Terangi Desa

TERANG: Masyarakat Desa Sukamulya Kecamatan Sukaluyu bersama-sama memeriahkan Tahun Baru Islam dengan melakukan pawai obor. FOTO: Dede Ginanjar/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Riuh dengan alunan shalawat. Malam yang gelap seakan menjadi terang seketika saat perayaan Tahun Baru Islam 1441 Hijriah dengan 1000 nyala obor yang dibawa berkeliling desa. Tak hanya itu, sejumlah kegiatan penuh nuansa Islami pun diselenggarakan.

LAPORAN: Abdul Aziz N Hakim, Sukaluyu

Penuh suka cita dan bahagia. Masyarakat Desa Sukamulya nampaknya turut berbahagia dengan perayaan tahun baru islam ke 1441 Hijriah. Perayaan tersebut bukan hanya sekedar perayaan tahun baru pada umumnya. Namun perayaan tahun baru islam kali ini menjadi istimewa dan sangat mengesankan bagi semua warga.

Tak kurang dari 10.000 obor diarak mengelilingi desa, sehingga terlihat terang meski gelap malam menyelimuti kala itu. Sembari membawa obor, anak-anak hingga orang tua turut membacakan solawat nabi dan terpancar kebahagiaan dalam malam satu Muharram.

Malam yang kian larut seakan tak menjadikan semangat warga surut. Sebelumnya kegiatan dilaksanakan dengan mengadakan perlombaan bernuansa keagamaan yakni lomba marawis atau hadroh, da’i cilik, cerdar sermat, tilawatil quran, tilawatil kutub dan kaligrafi islam.

“Kegiatan perayaan tahun baru islam ini bukan hanya sekedar kita suka cita saja, namun kita selipkan didalamnya perlombaan yang bisa memperdalam ilmu agama anak-anak,” ujar Kepala Desa Sukamulya, Wawan Suwandi.

10.000 obor. Bukan jumlah yang sedikit. Ini menjadi pembeda dengan daerah lainnya yang turut mengadakan hal serupa. Namun, hanya saja jumlahnya lebih banyak.

Selain menjadi hiburan warga, namun kegiatan tersebut juga ditujukan untuk menambah ilmu pengetahuan mengenai agama islam serta menjadi media untuk merenungkan diri selama satu tahun sebelumnya agar di tahun berikutnya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Sama halnya dengan Kepala Desa Sukamulya, Wawan Suwandi. Ketua Karang Taruna Desa Sukamulya, Cecep Rusmawansyah, kegiatan ini tidak hanya sekedar hiburan warga dan bentuk wujud syukur atas satu tahun yang sudah dilalui. Namun dalam kegiatan tersebut bisa diambil hikmah serta nilai positif yang tersirat.

Sebuah obor memang merupakan alat penerangan di saat gelap. Itulah yang menjadi salah satu hikmah. Kala gelap dalam hidup, akan ada cahaya terang yang menerangi seperti halnya obor.

“Ada hikmah kegiatan ini, meski keadaan malam tapi obor bisa membuat terang. Seperti halnya kehidupan, ketika kita dalam gelap ada ilmu yang menuntun kita dalam melangkah kehidupan yang tak terarah,” paparnya.(**)