Belum Ditemukan, Pencarian Satu Nelayan Asal Cidamar Dihadang Ombak 4 Meter

MENYISIR: TIm Gabungan dari Basarnas Jawa Barat, Polairud, TNI, Polri dibantu nelayan dan masyarakat masih terus mencari satu nelayan Pantai Ciwidig, Kecamatan Cidaun yang hingga Selasa (3/9) belum ditemukan usai perahu yang ditumpangi dihantam ombak besar usai melaut Senin (2/9) lalu. Sementara, proses pencarian dengan menggunakan perahu tidak dimungkinkan lantaran ketinggian ombak yang mencapai empat meter.

RADARCIANJUR.com – Proses pencarian terhadap satu nelayan yang hilang di Pantai Ciwidig, Kecamatan Cidaun masih terus dilakukan. Sayangnya, hingga Selasa (3/9) petang kemarin, tim gabungan masih belum menemukan nelayan yang hilang tersebut.

Kepala Regu Lapangan Basarnas Jawa Barat, Sahril menyatakan, proses pencarian dilakuan tim gabungan bersama anggota TNI, Polri dibantu nelayan dan masyarakat sekitar.

Total, tak kurang dari 34 orang turun membantu untuk menemukan nelayan atas nama Samsudin (25), warga Kampung Cibeet, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun.

“Tim di lapangan dari Basarnas lima personil, Polairud lima personil, TNI AL dua personil, dari Polsek Cidaun dua personil dan sekitar 20 orang dari masyarakat sekitar,” jelasnya kepada Radar Cianjur, Selasa (3/9).

Sahril mengungkap proses pencarian sendiri mengalami kendala di lapangan. Pasalnya, pihaknya dihadang ombak setinggi tiga sampai empat meter. Akibatnya, proses pencarian dengan menggunakan perahu tidak dimungkinkan.

Selain itu, sejumlah alat dan perlengkan SAR yang sudah dibawa pun tak bisa digunakan. Sebagai gantinya, pencarian dilakukan dengan menelusuri bibir pantai.

“Jadi kami melakukan penyisiran di sepanjang pantai, mulai dari titik tempat kejadian perkara (TKP) sampai dengan sepanjang dua kilometer,” terangnya.

Sejak pencarian yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu, pihaknya tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Pasalnya, tanda-tanda dan petunjuk korban dan perahu tidak banyak ditemukan.

“Sampai saat ini kami belum menemukan tanda atau petunjuk apapun,” ungkapnya.

Dari pengamatan Radar Cianjur di lokasi, tim gabungan terus melakukan upaya pencarian dengan berbagai cara yang bisa dilakukan. Sayangnya, sampai dengan pukul 17.00 WIB, prsoses pencarian dihentikan.

“Hari ini (kemarin sore, red) pencarian kami hentikan dulu. Besok (hari ini, red) akan dimulai lagi pukul 07.00 WIB. Semoga saja bisa cepat ketemu,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, perahu nelayan yang ditumpangi tiga warga asal Kampung Cibeet, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun dihantam ombak besar saat hendak merapat ke pantai usai melaut, Senin (2/9) pagi.

Dari tiga nelayan, dua nelayan atas nama Jajang (40) dan Wildan (22)
berhasil diselamatkan. Sayangnya, satu nelayan atas nama Samsudin (25), hingga berita ini ditulis, belum ditemukan alias hilang.

Jajang dan Wildan bisa selamat setelah keduanya berenang mencapai garis pantai yang selanjutnya ditolong oleh nelayan dan warga sekitar.

Usai diselamatkan, keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Cidaun untuk mendapatkan perawatan medis.

“Dua nelayan ini berenang sebisanya sampai akhirnya ditemukan dan ditolong di Pantai Ciwidig, di Desa Kertajadi, Cidaun,” terang Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Perikanan Jayanti, Eli.

Pihaknya menduga, perahu yang ditumpangi ketiganya hancur usai dihantam ombak besar. Yang ditemukan, hanya jerigen dan jaring ikan.

“Kuat dugaan perahunya hancur dihantam ombak, sebab tidak diketemukan perahu di pingir pantai,” kata Eli.(jay)