Belum Kantongi Izin, Peternakan Ayam Petelur di Cisarandi Disegel

Plt Bupati Cianjur sedang melakukan sidak ke PT Indah Tunggal Alami yang beroperasi sebelum melengkapi izin. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Plt Bupati Cianjur Herman Suherman melakulan sidak ke peternakan ayam petelur PT Indah Tunggal Alami, di Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondang milik warga negara asing yang belum melengkapi izin (4/9).

Pantauan di lokasi, meski belum melengkapi izin, perusahaan tersebut sudah melakukan aktifitas produksi. Tampak para pekerja melakukan aktifitasnya seperti memberi makan ayam dan merapikan telur ayam.

Humas PT Indah Tunggal Alami, Lemos mengaku bahwa pihak perusahaan sudah mengurus izin seperti SITU, SIUP dan TDP, dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) setahun yang lalu.

Ia menduga ada oknum petugas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTST) yang ‘bermain’ sehingga izin operasi peternakan ayam petelur tersebut tak kunjung terbit.

“Pihak perusahaan tidak mengetahui cara mengurus izin, kebetulan pada saat itu ada oknum pegawai dinas yang datang dan mengaku bisa memfasilitasi untuk pembuatan perizinan,” katanya.

Menurutnya pihak perusahaan langsung percaya terhadap oknum tersebut sehingga segala semua proses pembuatan izin dipercayakan padanya.

“Data-data dan biaya untuk membuat perizinan telah diberikan pada oknum pegawai dinas tersebut,” katanya.

Sementara, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, meski pihak perusahaan sudah punya itikad baik yaitu mengurus perizinan, namun pihak perusahaan juga telah melakukan kesalahan. Karena tidak langsung datang ke Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu malah mempercayakan kepada salah seorang oknum.

“Oknumnya harus segera diusut tuntas,” katanya.

Menurut Herman, kesalahan telak yang dilakukan pihak perusahaan adalah dia telah berani beroperasi meski belum melengkapi semua perizinan.

“Karena izinya belum lengkap perusahan ini harus berhenti beroperasi,”katanya.

Herman mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cianjur akan melakukan penyegelan terhadap perusahaan tersebut dan selama semua perizinan belum terbit perusahaan tidak boleh operasi.

“Untuk pengawasanya setiap hari ada petugas Satpol PP yang mengawasi,” katanya.

(dil)