Aksi Karang Taruna Aresit Sambut Tahun Baru Islam

Aksi Karang Taruna Aresit Sambut Tahun Baru Islam

RADARCIANJUR.com – Menyambut Tahun Baru Hijriyah, selalu dihiasi dengan berbagai sajian bernuansa Islami. Salah satu ciri khas yang selalu dilakukan warga Cianjur, tentunya adalah pawai obor. Tapi bukan itu saja yang dilakukan para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kampung Istambul, Desa Munjul, Kecamatan Cilaku. Menyambut Tahun Baru Islam, Karang Taruna Aresit menggelar aksi sosial.

Malam itu, 40 anak yatim duduk di deretan kursi paling depan, persis di depan panggung Tabligh Akbar yang digelar di Kampung Istambul, Desa Munjul, Kecamatan Cilaku. Merekalah yang menjadi ‘tamu’ istimewa dalam puncak peringatan Tahun Baru Islam.

Kehadiran puluhan anak yatim itu diinisiasi para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Aresit. Anak yatim tersebut berasal dari sejumlah kampung yang ada di desa tersebut.

Diantaranya Istambul, Cibantala, Pasir Salam dan Kampung Jedo. Satu per satu acara mereka ikuti. Sampai pada puncaknya, mereka satu per satu didaulat naik ke atas panggung untuk menerim santunan dari Karang Taruna Aresit.

Ketua Karang Taruna Aresit, Lulu Lukman Hakim mengatakan, pihaknya sengaja menghadirkan puluhan anak yatim tersebut sebagai ‘bintang tamu’. Alasannya, para pemuda tersebut tak ingin menyambut Tahun Baru Islam dengan acara seremoni semata.

Melainkan sekaligus meneguhkan ibadah, beramal dan memotiviasi masyarakat agar berlomba-lomba untuk peduli dengan kondisi sosial yang ada di sekitar. Termasuk anak yatim dan kaum papah.

“Sebelumnya kami juga menggelar pawai obor keliling desa, tapi kami tidak puas. Ingin memberikan sesuatu kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Tabligh akbar ini, sambungnya, merupakan puncak rangkaian kegiatan yang sudah digelar sebelumnya. Sekaligus, untuk memberikan santunan kepada puluhan anak yatim di desa tersebut.

“Memang tidak banyak, tapi kami utamakan yang ada di sekitar desa. Karena kami ingin memulai dari desa kami sendiri,” jelasnya.

Selain itu, aksi sosial dengan menyantuni anak yatim itu bisa sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga, baik pemuda maupun yang lainnya.

“Ini sebagai wujud pengabdian dan kepedulian pemuda kepada anak yatim serta turut memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam. Biar semua jadi semakin rukun, solid dan guyub,” sambung Lulu.

Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Munjul, Ustad Ahmad Faud mengapresiasi kegiatan yang dilakukan untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam itu. Terlebih aksi sosial dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim.

“Ini bagus sekali, karena kepedulian terhadap anak yatim itu juga sebuah ibadah,” katanya.

Fuad menyatakan, kegiatan yang dimulai dari jam 20.00 WIB malam hingga selesai itu diisi dengan berbagai acara. Di antaranya tasyukur bin nikmat, doa bersama, santunan, serta tausiah mubaligh dan doa tutup.

“Alhamdulilah kegiatan berjalan dengan lancar dan kondusif dari awal hingga tutupnya acara. Terimakasih juga kepada seluruh masyarakat yang membantu menuangkan pikiran, dana, tenaga, inisiatif serta kekompakanya. Semoga di tahun yang akan datang lebih meriah dan kompak,” harapnya.

(cr1)