Bangunan SDN Mande 2 Reyot, Ini Kata Disdik Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mande 2 yang bangunannya hampir roboh, saat ini mulai mendapatkan perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Cianjur, Oting Zainal Mutaqin.

Sebelumnya sejak 2003, bangunan tersebut sama sekali tidak mendapatkan perhatian dan bahkan sudah melakukan permohonan pembangunan tapi tidak direspon.

Bukan hanya hampir roboh, namun bangunan tersebut sangat mengganggu murid SDN Mande 2. Kekhawatiran sangat dirasakan saat guru dan murid sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Mendapatkan laporan tersebut, Oting berjanji akan segera melakukan kunjungan untuk melihat langsung kondisi sekolah yang hampir roboh tersebut.

“Saya baru dapat informasi ini, tapi saya akan melihat dulu,” ujarnya, ditemui di kantornya, kemarin.

BACA JUGA: Miris, Bangunan SD Negeri di Mande kok Reyot

Selain itu, pihaknya akan melihat terlebih dahulu mengenai alokasi dana yang akan diberikan. Apakah sudah masuk dalam dana perubahan atau belum. Jika belum, maka pihaknya akan menganggarkan di tahun 2020.

“Nanti kita lihat dulu, apa sudah dimasukan ke perubahan atau belum. Kalau belum, kita akan masukan di dana tahun 2020,” paparnya.

Akan tetapi, pihaknya tidak tinggal diam jika harus menunggu di dana perubahan atau di tahun 2020. Tetap akan menjadi prioritas jika bangunan tersebut sangat membahayakan murid maupun guru yang sedang melaksanakan KBM.

“Kalau kondisi bangun cukup parah ya tentu jadi prioritas,” ucapnya.

Diberitakan Radar Cianjur sebelumnya, nyaris tembok semua ruangan di SDN Mande 2 sudah retak-retak dan rusak. Sedangkan plafon dan kayu penyangga genting pun sebagian banyak yang sudah ambruk lantaran lapuk.

Kendati demikian, ruangan-ruangan tersebut masih terus dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Terlebih, sekolah tersebut tak memiliki ruangan lain yang bisa dipakai. Sejak dibangun pada 1985 silam hingga hari ini, belum pernah direnovasi.

Pihak sekolah sejatinya tak tinggal diam. Usaha mengajukan proposal permohonan bantuan renovasi sekolah pun sudah diajukan kepada Pemkab Cianjur. Ironisnya, sejak kali pertama pengajuan proposal pada 2003 dan empat kali pergantian kepala sekolah, tak ada kejelasan yang didapat.

Kepala SDN Mande 2, Lili Somarli mengungkap, sudah tiga kali pihaknya melakukan pengajuan ke Pemkab melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur untuk memohon bantuan rehabilitasi bangunan.

“Malahan setiap pergantian kepala sekolah selalu mengajukan kepada pemerintah Cianjur didampingi Kordik kecamatan Mande Dading Z. Ibrahim. Namun hingga kini belum ada realisasi,” ucap Lili Somarli kepada Radar Cianjur, Kamis (5/9).

Kondisi bangunan yang sudah sedemikian rupa itu, ungkap Lili, membuat para guru dan siswa-siswi belajar dengan selalu dibayangi rasa takut. Sebab, atap ruang kelas hampir seluruhnya bolong dan kayu penyangga sudah keropos.

“Sebenarnya takut kalau sampai roboh, apalagi terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Nanti malah siswa-siswi dan guru kami yang jadi korban. Tapi kami tidak memiliki ruangan lainnya yang bisa dipakai,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ketua RT 03/RW 04, Desa Kademangan, Dikdik Sodikin. Sudah 16 tahun bangunan SDN Mande 2 itu belum tersentuh bantuan rehab hingga saat ini. Bahkan pihaknya bersama warga sempat berembuk untuk merubuhkan bangunan sekolah karena ditakutkan siswa dan guru menjadi korban tertimpa bangunan sekolah.

“Saya tahu betul, benar memang tidak pernah dapat bantuan rehab. Apakah harus menunggu korban dulu baru mendapatkan bantuan. Sebelum siswa dan guru menjadi korban lebih baik diambrukan saja bangunannya,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Koordinator Pendidikan Wilayah Kecamatan Mande, Dading Z Ibrahim menambahkan, SDN Mande 2 sudah terakreditasi A.

Bahkan siswanya kerap menorehkan prestasi di tingkat kecamatan dan kabupaten serta keberadaan sekolah yang terletak di lokasi strategis untuk membina dan memberikan pendidikan kepada siswa sesuai standar mutu kualitas pendidikan.

“Prestasi sekolah dan siswanya memang bagus di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Hanya saja terkendala fasilitas dan sarana. Setiap harinya siswa dirundung kekawathiran, takut sewaktu-waktu bangunannya roboh,” paparnya.

Karena itu, pihaknya berharap agar pemkab dan Disdik Kabupaten Cianjur bisa memprioritaskan sekolah-sekolah yang memang membutuhkan kepedulian seperti SDN Mande 2 ini.

“Setidaknya Pemkab melalui Disdikbud Kabupaten Cianjur dapat memprioritaskan dan memperhatikan SDN Mande 2,” harapnya.

(kim/hry)