Pilkada Cianjur Mulai Memanas, Cecep Pertama Daftar ke PDIP, Siapa Selanjutnya?

MENDAFTAR: drh Cecep Muhammad Wahyudin memberikan berkas untuk menjadi calon kepala daerah di pilkada 2020. foto:Hakim/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pertarungan politik di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Cianjur 2020 sudah ada riak memanas. Hal itu terbuktinya salah satu bakal calon (balon) kepala daerah Cianjur yakni drh. Cecep Muhammad Wahyudin yang pertama mendaftarkan diri ke DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Cianjur, Jumat (6/9).

Dokter Cecep biasa disapa itu datang bersama dengan sejumlah pendukungnya yang melakukan konvoi dari Cipanas sejak pukul 13.00 WIB.

Cecep tiba di DPC PDI Perjuangan Cianjur pada pukul 14.40 WIB dengan disambut Ketua DPC PDIP Cianjur, Susilawati beserta kader lainnya.

Tak ingin disalip oleh balon lainnya, dirinya langsung memberanikan diri dengan dukungan dari berbagai pihak seperti tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat Cipanas.

Pada pertemuan tersebut, DC memberikan berkas persyaratan di DPC PDIP Cianjur. “Kita sudah buka pendaftaran untuk calon bupati serta wakilnya di pilkada 2020 ini, kebetulan Pak Cecep menjadi pendaftar pertama disini (DPC PDIP Cianjur, red),” kata Susilawati.

Lanjutnya, pada rekrutmen menjadi calon bupati di PDIP sendiri secara ideologi merupakan partai nasionalis dan program yang diusung haruslah pro terhadap kesejahteraan rakyat.

Selain itu, ada sosok figur pimpinan yang mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) agar bisa lebih baik dan tidak seperti saat ini dengan peringkat di bawah.

Selain itu, pemimpin yang diharapkan pun mampu mempertahankan tiga pilar budaya Cianjur yakni Ngaos, Mamaos dan Maenpo serta menjadikan sebagai jati diri untuk kepemimpinan ke depan.

“Yang kita harapkan juga selain bisa sesuai dengan visi misi PDIP, tentunya bisa mempertahankan tiga pilar budaya Cianjur,” tambahnya.

Setelah pendaftaran, PDIP akan melakukan survei dengan tim khusus, baik track record calon, integritas calon dan visi misinya. Sehingga yang menjadi calon nantinya benar-benar memiliki kematangan yang turut mengharumkan nama partai juga.

Selain itu, saat ini DPC PDIP Cianjur belum mengarah kepada koalisi dengan partai lain. Masih terfokus pada pendaftaran serta penjaringan balon bupati.

Sementara itu, drh. Cecep Muhammad Wahyudin mengatakan, selama ini beberapa orang meragukan langkahnya untuk menjadi kepala daerah di Kabupaten Cianjur.

Setelah menimbang dan menerima masukan dari beberapa ulama, dirinya pun merasa yakin dan sudah akan mulai melangkah pasti dengan mewakafkan ilmu serta waktu untuk Kabupaten Cianjur.

“Yang jelas kita mulai masuk ke tahapan berikutnya yaitu memenuhi tahapan-tahapan, sosialisasi DC ke seluruh Cianjur,” ungkapnya.

Dengan memilih partai dengan lambang banteng hitam bermoncong putih karena partai tersebut menjadi partai pertama yang membuka pendaftaran dibandingkan dengan partai lainnya.

Namun, tidak menutup kemungkinan jika ada partai lain yang turut membuka pendaftaran. “Kalau saya siap dilamar atau melamar, yang pasti jika ada partai lain yang turut membuka pendaftaran akan kita ikuti semua aturannya,” jelasnya.

Ia pun menargetkan menjadi orang nomor satu di Kabupaten Cianjur, namun dirinya menunggu prosesnya terlebih dahulu. Yang jelas saat ini, lebih mencoba untuk berihtiar terlebih dahulu.

Persiapan yang dilakukan oleh tim DC sendiri sudah berjalan enam bulan. Hingga tiga hari kemarin akhirnya DC memantapkan diri untuk maju di pesta demokrasi pilkada 2020.

“Tujuan utama memperbaiki, Cianjur perlu sentuhan supaya lebih cepat lagi. Bukan yang sekarang tidak bagus ya,” terangnya.

Dirinya pun mantap dibanding dengan kandidat lainnya yang belum muncul. Pasalnya, baru kali ini salah satu balon bupati yang secara langsung hadir ke partai politik untuk mendaftar.

Sementara itu, selain PDI Perjuangan dan PKS, beberapa partai juga dipastikan bakal membuka pendaftaran calon bupati. Pasalnya selain waktu yang mepet, parpol yang tak memenuhi kursi di parlemen untuk mengusung calon sendiri, maka membutuhkan kepastian koalisi.

(kim)