Capim KPK Ada yang Bermasalah, Ini Kata Pansel

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih tengah bersama anggota saat memberikan keterangan pers

RADARCIANJUR.com – Sepuluh Capim KPK telah dipilih oleh Pansel dan namanya telah dikirim ke Presiden Joko Widodo dan DPR. Nantinya mereka akan melakukan fit and propertest untuk diambil lima orang menjadi pimpinan KPK periode 2019-2023.

Namun ada pro dan kontra karena Capim KPK dianggap ada yang bermasalah. Sehingga koalisi masyarakat sipil dan internal KPK tidak setuju terhadap nama-nama yang telah diseleksi.

Saat dikonfirmasi, Ketua Pansel KPK, Yenti Ganarsih mengatakan yang dilakukan Pansel sudah sesuai dengan prosedur. Pansel juga bekerja mengedepankan independensinya. Sehingga ingin marwahnya dalam memilih pimpinan KPK tetap terjaga.

“Sudah kita lakukan sesuai prosedur yang ada, peraturan yang ada sesuai tahapan yang kita lakukan, apa yang kita lakukan hasilnya seperti itu,” ujar Yenti di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/9).

Yenti juga telah mendengar masukan-masukan mengenai Capim KPK tersebut. Namun Yenti juga punya pertimbangan lain. Misalnya dari proses seleksi dinilai si capim tersebut sangat bagus.

“Kan ada juga pertimbangan lain. Kami juga punya hasil-hasil pertimbangannya apa. Misalnya ada yang permasalahkan. Tapi kan bukan berarti kami enggak ada catatannya,” tegasnya.

Pansel dalam melakukan seleksi tidak ingin menghilangkan kepercayaan masyarakat. Yang dipilih Pansel adalah terbaik karena mengedepankan independensi dan juga transparansi kepada publik.

“‎Independensi pansel tetap terjaga, kita melakukan sesuai amanah yang diberikan ke kita. Transparansi juga,” ungkapnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima sepuluh nama capim terpilih dari panitia seleksi KPK. Setelah menerima sepuluh nama tersebut, Jokowi langsung mengirimkan ke DPR untuk dilakukan fit and propertest. Nantinya capim yang terpilih hanya lima dari sepuluh capim yang diuji kelayakannya.

Berikut ini adalah nama-nama capim KPK yang lulus tersebut adalah :

1. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata

2. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli Bahuri

3. Auditor BPK, I Nyoman Wara

4. Jaksa, Johanis Tanak

5. Advokat, Lili Pintauli Siregar

6. Dosen, Luthfi Jayadi Kurniawan

7. Hakim, Nawawi Pamolango

8. Dosen, Nurul Ghufron

9. PNS Sekretaris Kabinet, Robi Arya

10. PNS Kementerian Keuangan, Sigit Danang Joyo

(jwp)