Viral Bangunan SDN Pancawangi Ambruk, Plt Bupati Janji Rehab

VIRAL: Bangunan SDN Pancawangi Kecamatan Cilaku ambruk dan ramai dipergunjingkan di media sosial setelah salah seorang warga mengunggahnya di melalui Instagram.

RADARCIANJUR.com – Plt Bupati Cianjur Herman Suherman berjanji akan memprioritaskan anggaran untuk rehabilitasi Sekolah Dasar Negeri Pancawangi di Kecamatan Cilaku yang ambruk.

Herman mengaku, pihaknya sudah memastikan anggaran untuk rehabilitasi bangunan tersebut sebesar Rp150 juta.

“Sebenarnya alokasi anggaran untuk rehab SDN Pancawangi, Kecamatan Cilaku, dianggarkan pada Tahun Anggaran 2019 ini, anggaranya sudah ditetapkan yakni Rp150 juta,” kata Herman, Minggu (8/9).

BACA JUGA : Miris, Bangunan SD Negeri di Mande kok Reyot

Ia berharap, anggaran tersebut mampu memperbaiki bangunan sekolah dan murid bisa kembali beraktivitas tanpa harus belajar bergiliran atau belajar di tenda seperti yang sudah viral di media sosial.

“Pendidikan harus diprioritaskan, semoga semuanya segera pulih seperti sedia kala agar murid bisa belajar dan semangat lagi pergi ke sekolah,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Asep Supiandi membenarkan ambruknya bangunan SDN Pancawangi, Kecamatan Cilaku, sebagaimana yang beredar di media sosial.

Ia mengatakan, pihaknya sudah meninjau ke lokasi dan rehabilitasi bangunan pun masuk dalam anggaran perubahan tahun ini.

“Ya benar bangunan ambruk satu lokal dari total yang terdapat di SD tersebut sebanyak tiga lokal,” kata Asep.

BACA JUGA: Bangunan SDN Mande 2 Reyot, Ini Kata Disdik Cianjur

Asep tak bisa memastikan tepatnya anggaran rehab akan turun. Ia hanya menyebut perbaikan bangunan akan dilakukan tahun ini juga.

“Alhamdulilah sudah ada di anggaran perubahan untuk rehabiltasi bangungan,” katanya.

Asep mengatakan untuk sementara ini murid belajar dilakukan dengan cara bergiliran. “Jumlah siswanya ada 104 orang,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai murid yang belajar di tenda, Asep mengatakan pihaknya tak mengetahui hal tersebut. Ia hanya mengatakan kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara bergiliran di dua lokal bangunan yang masih ada.

“Unitnya waktu saya kesana belum ada tenda, mungkin inisiatif kepala sekolah dan guru untuk belajar di tenda,” kata Asep.

Asep berharap tak ada kendala dan semua proses berjalan lancar hingga jadwal perbaikan bisa dilakukan secepatnya.

“Bantuan sudah masuk di anggaran perubahan tinggal menunggu pencairan,” katanya.

Untuk diketahui, ambruknya SDN Pancawangi, Kecamatan Cilaku ini sebelumnya viral di media sosial setelah pemilik akun @chikaaafp mengunggahnya di Instagram pribadinya, Sabtu (7/9) lalu.

Dalam keterangannya, pemilik akun juga menyampaikan hal tersebut langsung ke akun Instagram pribadi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Ia menyebut bahwa unggahan itu didapatnya dari salah seorang guru di sekolah tersebut yang mengunggah sebuah video yang memperlihatkan ambruknya bangunan sekololah itu. Video itu sendiri diambil pada Jumat (6/9).

“Pak, sudah dua bulan berlalu rasanya sekolah adik adiku hancur dan runtuh. Atap nya roboh, dinding nya berlubang , tinggal terisa puing puing saja yang bisa kami lihat,” tulisnya.

Dirinya mengaku tak menyangka pemandangan yang dilihatnya itu nyata adanya yang sebelumnya hanya didapatinya melalui pemberitaan dan televisi saja.

“Ternyata terjadi disekitar kita. Meskipun Bangunan nya hancur, atapnya Roboh, dindingnya berlubang. Adik adik ini masih semangat untuk menerima ilmu dari guru guru yang sangat mereka cintai,” lanjutnya.

Ironisnya, ambruknya bangunan sekolah teresbut sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Sejak saat itu pula, tidak ada satupun pejabat yang peduli.

“Sudah dua bulan berlalu, tidak ada satupun yang peduli, seolah menutup mata dan hati melihat kami,” katanya.

“Tapi kami tetap semangat setiap hari, Guru kamilah yang mengajarkan arti kesabaran dan rasa syukur yang tak terhingga hingga kami masih bisa bertahan di tempat ini,” bebernya.

Kendati serba terbatas, proses belajar-mengajar masih terus berlangsung. “Semua ini kami lakukan demi cita cita kami yaitu , kami hanya ingin menjadi generasi terbaik di Negri ini,” katanya lagi.

Dirinya tak membayangkan jika bangunan yang ambruk dan bangunan lainnya ikut menyusul ambruk dan membawa korban.

“Terkadang panasnya terik dan kencangnya hembusan angin membuat hati kecil kami sedikit bersedih. Ingin rasanya kami memiliki kelas lagi. Belajar dengan nyaman, bercanda gurau dikelas saat istirahat, mungkin hal itu akan membuat kami semakin semangat untuk pergi ke sekolah,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menyebut bahwa para siswa-siwi di sekolah tersebut masih tetap memiliki semangat tinggi untuk menimba ilmu.

“Kami akan terus semangat pergi kesekolah setiap hari demi cita cita dan harapan yang baik dikemudian hari,” katanya.

Dirinya berharap, agar kondisi tersebut bisa membawa perubahan dan menggugah hati para pejabat. “Salam hangat, dari kami siswa siswi SDN Pancawangi. Semoga bapak bisa membaca pesan ini,” tutupnya.

(dil)