Daging Ayam di Cianjur Beranjak Naik

PEDAGANG MASIH RUGI: Harga daging ayam merangkak naik, dari sebelumnya Rp28 ribumenjadi Rp32 ribu. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kenaikan harga daging ayam di Pasar Pasirhayam dan Pasar Muka ternyata tidak semerta-merta menguntungkan pedagang. Harga dari sebelumnya Rp28 ribu, kini menjadi Rp32 ribu. Kenaikan tersebut terjadi semenjak minggu lalu.

Diduga kenaikan harga daging ayam itu dipicu ongkos kirim yang menambah mahal. Namun beberapa pedagang tetap bertahan dengan kondisi yang ada.

Harga yang dirasa aman oleh beberapa pedagang berada di angka Rp34 ribu. Harga tersebut selain bisa membuat untung, juga bisa aman untuk ongkos kirim ayam dari peternak maupun pemasok.

Aja (39), pedagang ayam di Pasar Pasirhayam menuturkan, kenaikan harga tidak sepenuhnya berpengaruh kepada pedagang. Justru, harga tersebut masih belum dalam tahap aman.

“Kalau aman sih di harga Rp34 ribu, jadi masih belum aman di harga Rp32 ribu mah,” ujarnya.

Dalam sehari, dirinya menjual ayam hingga dua kwintal, namun pembeli hanya berasal dari pelanggan setia saja. Untuk pembeli yang sesekali sangat jarang.

Hal senada diungkapkan Ade Aya (37), pedangan ayam di Pasar Muka. Menurutnya, harga sebelumnya sudah di angka Rp34 ribu. Namun semenjak dua bulan harga tersebut turun menjadi Rp32 ribu.

Penurunan tersebut semakin diperparah dengan pembeli yang tidak tertarik dengan harga yang turun. “Ya sama aja kang turun harga juga, kalau pembeli segitu aja cuma yang biasa beli disini aja dan kalau akhir pekan malah sepi,” tuturnya.

Di sisi lain, Lina (34) salah seorang warga yang berbelanja berharap harga daging ayam tidak terus mengalami kenaikan. Harga saat ini yang berkisar Rp32 ribu per kilogram dinilainya sebagai harga tengah.

“Enggak mahal dan enggak murah. Kita juga masih bisa beli. Kalau di atas Rp32 ribu itu sudah kemahalan,” tuturnya.

Bahkan, kalau bisa, dirinya berharap harga ayam bisa kembali seperti pekan lalu yang mencapai Rp28 ribu per kilogram. Alasannya, masyarakat jelas akan mencari harga yang paling murah.

“Namanya masyarakat kan ya maunya yang paling murah. Semoga saja sekarang harganya tidak terus naik, soalnya minggu lalu kan harganya masih Rp28 ribu,” ucapnya.

Hal senada juga diutarakan Asep yang memiliki warung nasi di rumahnya. Menurutnya, ketika harga ayam mengalami kenaikan, dirinya merasa keberatan lantaran tak bisa ikut menaikkan harga tiap porsinya.

“Makanya kita ya inginnya harga yang murah, jangan mahal-mahal. Kalau pedagang ayam kan bisa menaikkan harga, tapi kalau warung saya tidak bisa menaikan harga. Jadinya malah tekor,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubbag TU Pasar Pasirhayam, Sampurna mengatakan, harga daging ayam di pasaran masih relatif aman. Meski di beberapa daerah mengalami pelonjakan, namun di Kabupaten Cianjur masih terjangkau.

Meski demikian, dari data yang didapat, terdapat perbedaan harga daging ayam di setiap pasar seperti di Pasar Cipanas daging ayam berkisar Rp30 ribu.

“Kalau harga yang terpantau saat ini di beberapa pasar sudah Rp34 ribu, tapi berbeda di Pasar Cipanas yang sudah Rp30 ribu,” jelasnya. (kim)