Tim Kuasa Hukum Irvan Rivano Muchtar Pikir-pikir Ajukan Banding

TERTUNDUK: Irvan Rivano Muchtar menerima segala keputusan majelis hakim saat menjalani sidang vonis di PN Tipikor Bandung

RADARCIANJUR.com – Tim Kuasa Hukum IRM, Alfies Sihombing mengatakan, kliennya mendapatkan vonis lima tahun penjara namun tidak bersalah dalam melakukan korupsi, tidak terbukti dan tidak ada memperkaya diri.

“Tadi sidang vonisnya lima tahun, tapi tidak menikmati, dalam arti bupati bersih dari korupsi. Ini dikaitkan dengan pasal 55 yakni turut serta,” ujarnya.

Pihaknya pun saat ini sedang melakukan koordinasi terlebih dahulu untuk melakukan banding.

BACA JUGA: Bupati Cianjur Nonaktif Irvan Rivano Muchtar Divonis 5 Tahun Penjara

“Masih dipikir-pikir untuk banding, jaksa pun sama. Pertimbangan Majelis Hakim terhadap klien kami ialah bahwa tidak ada kerugian negara yang ditimbulkan oleh klien kami, tidak ada juga pencabutan hak politik,” kata Alfies.

Alfies Sihombing mengatakan bahwa tidak ada uang pengganti karena kliennya tidak menggunakan uang tersebut dan tidak ada penyerapan anggaran. Hal tersebut dikarenakan bahwa apa yang dilakukan mantan Bupati Cianjur tersebut, dinilai sebagai suatu kebijakan. “Ini hanyalah suatu kebijakan seorang bupati dalam menjalankan pemerintahannya.

Mantan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar divonis lima tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (9/9).

Keluar dari gedung Pengadilan Tipikor Bandung, Irvan berjalan didampingi oleh sejumlah kuasa hukumnya. Rompi berwarna oranye, sebagai ciri khas tahanan KPK melekat di badan Irvan.

BACA JUGA: Divonis 5 Tahun Penjara, Hak Politik Irvan Rivano Muchtar Tak Dicabut

Usai bersalaman dengan JPU, Majelis Hakim, dan Tim Kuasa Hukumnya, Irvan kemudian berjalan keluar ruang sidang. Saat diminta tanggapannya terhadap vonis tersebut, Irvan menyerahkan ke Kuasa Hukumnya. “Ke kuasa hukum saya saja ya, Saya mau salat,” katanya.

Seperti halnya Tim Kuasa Hukum IRM, Jaksa Penuntut KPK, Zainal Abidin mengaku, pihaknya akan pikir-pikri dulu dan mendiskusikan putusan tersebut dengan pimpinan dan tim penuntut lainnya. “Kami diskusikan dulu nanti, apa hasilnya, kami belum tahu. Apakah banding atau terima?,” jelasnya.

(kim/tri)