Warga Bandung Buang Sampah ke Hutan Cianjur

TERTANGKAP BASAH: Petugas mengamankan dua orang warga Bandung yang kedapatan membuang sampah sisa buah kelapa di kawasan Hutan Wangunjaya, Kecamtan Naringgul. Sampah tersebut dibawa dari Kabupaten Bandung.

RADARCIANJUR.com – Seorang warga Bandung, Nana (29) dan serang kernetnya, diamankan anggota Polisi Teritorial (Polter) Perhutani Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cidaun yang dibantu Polsek Naringgul, Senin (9/9).

Sopir truk nopol D 8736 KP itu kedapatan membuang sampah buah kelapa dari Kabupaten Bandung ke kawasan hutan Wangunjaya, Kecamatan Naringgul.

Nana diamankan lantaran melanggar Undang-undang Nomor 18 Tahun 2018 dan Perda Pengelolaan Sampah serta Limbah yang jelas-jelas memuat larangan membuang sampah di kawasan hutan.

Nana diamankan saat anggota Polter Perhutani RPH Cidaun dan BKPH Sindangbarang melakukan patroli di kawasan tersebut.

Kepada Radar Cianjur, Nana mengaku baru sekali itu membuang sampah kelapa di hutan Wangunjaya. “Baru kali ini membuang sampah di kawasan hutan,” katanya.

Yang cukup aneh, Nana mengaku, sampah sisa buah kelapa itu tak sengaja dibawanya dari Kabupaten Bandung. Ia berlasan, dirinya hendak mengambil kelapa di Kecamatan Sindangbarang.

“Saya tidak sengaja membawa sampah ini, berhubung saya mau mengambil buah kelapa di Kecamatan Sindangbarang, terpaksa sampah buah kelapa ini saya bawa sekalian,” kata Nana.

Nana juga mengaku, sengaja membuang sampah sisa buah kepala di lokasi tersebut lantaran melihat sampah serupa. “Kenapa saya buang disini, sebab saya melihat ada bekas orang lain membuangnya,” tambahnya.

Setelah tertangkap basah oleh petugas, Nana pun mengaku kapok dan berjanji tak akan lagi mengulangi perbuatannya itu. Apalagi, dirinya baru mengetahui bahwa ternyata membuang sampah di kawasan hutan ada undang-undang dan hukumnya.

“Kapok, Pak. Tidak akan mengulangi lagi besok-besok,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Naringgul Iptu Sumardi saat dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan satu unit truk beserta sopir dan kernet yang membawa sampah sisa buah kelapa dimaksud.

Sumardi menjelaskan, saat itu anak buahnya tengah melakukan patroli di kawasan hutan Wangunjaya dan mendapatkan laporan dari Polter Perhutani KPH Cidaun serta BKPH Sindangbarang yang melaporkan adanya satu unit mobil yang sedang membongkar sampah yang mau dibuang di kawasan hutan Wangunjaya.

“Lalu anggota kami bersama-sama mendatangai Tempat Kejadian Perkara (TKP) di mana sampah buah kelapa itu dibuang,” terang Sumardi.

Saat ini, sopir dan kernet truk tersebut sudah diamankan di Polsek Naringgul dan tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Kita amankan untuk dimintai keterangan. Yang jelas melanggar berdasarkan UU No 18 Tahun 2008 dan Perda tentang Pengelolaan Sampah dan Limbah,” tegasnya.

Salah seorang anggota Polter Perhutani RPH Cidaun, Asep Sudrajat mengatakan, banyaknya sampah-sampah yang berceceran di kawasan hutan membuat warga sekitar hutan resah dan merasa terganggu. Apalagi sampah tersebut menimbulkan polusi dan bau menyengat.

Asep menyatakan, selama ini pihaknya tak kurang-kurang melakukan sosialisasi. Salah satunya dengan memasang papan informasi dan imbaun larangan membuang sampah di kawasah hutan.

“Selain sudah ada undang-undangannya, juga ada perdanya. Pada intinya sangat menggangu keindahan alam kawasan hutan, karena sampahnya berceceran di sepanjang kawasan hutan Wangunjaya,” katanya.

Asep menyambungkan, untuk selanjutnya, pihaknya menyerahkan kedua orang yang sudah diamankan itu kepada Polsek Naringgul untuk ditindaklanjuti.

“Mudah mudahan dengan adanya kejadian ini bisa jadi efek jera bagi sopir-sopir lainya agar tidak membawa sampah buah kelapa dan membuangnya di kawasan hutan,” harapnya.

(jay)