Cianjur Makin Panas dan Gersang

SEMAKIN PANAS: Pohon di sepanjang jalan Otto Iskandardinata ditebang oleh beberapa pekerja. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pohon di sepanjang Jalan Otto Iskandardinata, Siti Zaenab dan Taifur Yusuf. kini harus mengalami nasib seperti halnya pepohonan yang dulu pernah ada di Jalan Ir H Djuanda. Pohon yang ditebang tersebut beberapa dikarenakan sudah tua dan dikhawatirkan membahayakan pengendara, namun kondisi tersebut semakin menjadi panas dan gersang.

Beberapa pengendara pun harus mengurangi kecepatannya, karena sedang ada penebangan serta pembongkaran trotoar. Hal tersebut membuat penggiat lingkungan hidup menanggapi penebangan tersebut.

Ketua Umum Gerakan Resik Nusantara (Green), Deden Ahmad Romadon menuturkan, titik berat pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, perlu upaya pengendalian polusi terutama polusi udara.

“Polusi udara mempunyai pengaruh yang sangat negatif terhadap kesehatan, sehingga harus dicegah agar tercipta suatu keselarasan dan keseimbangan antara pembangunan dengan fungsi lingkungan yang ada,” ujarnya.

Cianjur jadi semakin gersang

Salah satu usaha untuk mengendalikan polusi udara adalah melakukan pemeliharaan pohon yang telah ada serta menambah atau menanam pohon baru.

Pohon-pohon dalam proses asimilasinya, memproduksi oksigen sebagai bahan yang sangat diperlukan oleh manusia dan sekaligus menetralisir polusi udara yang ada.

Sebagai upaya perlindungan serta pengendalian terhadap keberadaan pohon di tepi jalan yang dikuasai Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur maka pada prinsipnya penebangan pohon tersebut harus mendapat izin terlebih dahulu dari kepala daerah atau pejabat yang ditunjuk.

“Peraturan Daerah ini mengatur mengenai perlindungan dan pelestarian keberadaan pohon di tepi jalan,” tuturnya.

Kaitan dengan hal tersebut diatas, penebangan pohon yang dilakukan di sepanjang ruas Jalan Taifur Yusuf, Otto Iskandardinata dan Siti Zaenab sudah terbit izin, apakah penerbitan surat izin ini juga sudah melalui tahapan dan analisa dari kepentingan penebangan pohon tersebut.

“Saya mengutuk keras dan akan mengupayakan ke meja hukum jikalau ada indikasi pelanggaran dalam bentuk izin atau apapun yang mengarah kepada pidana,” tegasnya.

Menghimbau kepada Kepala Daerah ataupun dinas-dinas terkait untuk memberikan penjelasannya dengan hal tersebut diatas.

“Kalau menyalahi aturan, hal tersebut bisa melanggar hukum dan bisa dipidana,” jelasnya.

(kim)