Perbaikan Trotoar di Tiga Titik Jalan Cianjur Ini Langgar Undang-undang

SEMAKIN PANAS: Pohon di sepanjang jalan Otto Iskandardinata ditebang oleh beberapa pekerja. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Perbaikan trotoar dan drainase di beberapa ruas jalan di Kabupaten Cianjur seperti Jalan Otto Iskandardinata, Siti Zaenab dan Taifur Yusuf berdampak pada keberadaan pohon-pohon yang kemudian ditebang habis.

Kondisi tersebut sangat dikeluhkan warga. Pasalnya, selain menjadi gersang, cuaca panas pun semakin terasa. Terlebih saat ini masih musim kemarau. Juga kemcetan yang ditimbulkan akibat material bangunan yang sampai memakan badan jalan.

Staf Seksi Pemeliharaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Dudi menyatakan, pihaknya sebelumnya sudah melayangkan protes atas penebangan pohon-pohon di sisi jalan itu.

Akan tetapi, protes tersebut tak didengarkan dan penebangan pohon terus dilakukan.

“Pernah kami meminta untuk menghentikan penebangan pohon, tapi hal tersebut berbenturan dengan program pemerintah. Karena ada perbaikan trotoar dan drainase,” bebernya.

Pihaknya mengaskan, pohon-pohon yang ditebang itu harusnya ada pohon pengganti lainnya. Bukan saja untuk mengurangi dampak panas, tapi juga berfungsi sebagai penghasil udara bersih serta serapan air.

“Iya itu harus diganti jangan sampai lingkungan malah menjadi korban dari perbaikan, pohon juga kan selain membawa sejuk tapi menjadi resapan air,” tuturnya.

Pihaknya mengakui, perbaikan trotoar dan drainase itu memang untuk mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki agar nyaman.

Akan tetapi, ingatnya, tetap saja setiap daerah harus memiliki ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30 persen. “Itu merupakan persyaratan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007,” tegasnya.

Terpisah, Presedium Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat untuk Penegak Hukum (Ampuh) Cianjur, Yana Nurzaman menilai, program preservasi jalan dengan rehabilitasi trotoar yang sedang dilakukan oleh Dinas PUPR Kabupaten Cianjur di beberapa ruas jalan, saat ini memang sedang menjadi bahan perbincangan di ruang publik.

Hal ini berkaitan dengan ditebangnya pohon-pohon yang cukup berumur yang selama ini bermanfaat sebagai peneduh saat musim panas dan penyerap air di saat musim hujan.

“Singkatnya keberadaan pohon-pohon yang harus ditebang sesungguhnya telah banyak menghadirkan manfaat, baik bagi manusianya maupun untuk alam itu sendiri. Sama dengan pemikiran banyak pihak, kami kurang setuju dengan keharusan penebangan semua pohon yang trotoar dilakukan perbaikan,” ungkapnya.

Yana berujar, pihaknya sempat berdiskusi dengan Kepala Bidang Preservasi Jalan Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, bahwa semua kegiatan dilakukan dalam rangka penataan kota.

Nantinya keberadaan pohon yang ditebang akan digantikan dengan pohon pengganti yang bernilai estetika. Namun, untuk sampai memberikan manfaat yang sama mungkin harus menunggu tiga hingga empat tahun ke depan.

“Penanggungjawab kegiatan itu leading sektornya Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, jadi segala keberatan bisa disampaikan melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek preservasi jalan,” ujarnya.

Semestinya, jika memang keberadaan itu tak mengganggu jalannya proses perbaikan trotoar dan drainase, tidak seharusnya ditebang.

“Kalau keberadaan pohon bisa dipertahankan dan tidak mengganggu proses pelaksanaan proyek, lebih baik dipertahankan, tidak harus ditebang,” tegasnya.

(kim)