Siswa SDN Pancawangi Belajar di Tenda Darurat Kodim 0608

Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani melihat para pelajar yang sedang belajar di dalam tenda.Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kodim 0608 Cianjur mendirikan tenda darurat sebagai pengganti sementara kelas yang rusak di SDN Pancawangi Kecamatan Cilaku, Rabu (11/09). Pasalnya, ruang kelas SDN Pancawangi sebelumnya ambruk.

Selain mendirikan tenda sebagai kelas darurat, Kodim 0608 Cianjur juga memberikan bantuan berupa alat tulis kepada siswa-siswi. Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan moril agar mereka dapat dengan semangat menimba ilmu.

“Rencananya tenda ini akan berdiri selama pengerjaan kelas baru dilakukan hingga selesai. Semoga para penerus bangsa di SDN Pancawangi ini tidak goyah semangatnya dalam menimba ilmu pengetahuan,” kata Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani.

Rendra mengatakan, pendirian tenda darurat tersebut dikerjakan oleh anggota TNI AD Koramil Cianjur.

“Daripada belajar di alas teras kelas yang masih berdiri, tenda darurat ini lebih bermanfaat dan nyaman digunakan para pelajar,” kata Rendra.

Menurut Rendra, dibangunya tenda tersebut selain melindungi para pelajar dari terik matahari, tenda ini juga dilengkapi tutup yang bisa digulung pada bagian sampingnya.

“Jika terjadi hujan, para pelajar aman di dalamnya tanpa terganggu,” ujarnya.

Kepala SDN Pancawangi, Asep Sulaeman mengatakan pihaknya mengucapkan terimasih terhadap Kodim 0608 atas bantuan serta perhatian yang diberikan.

“Saya mewakili para pelajar yang mebimba ilmu di sekolah ini, menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada bapak-bapak tentara,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman berjanji akan memprioritaskan anggaran untuk rehabilitasi SDN Pancawangi di Kecamatan Cilaku yang ambruk.

Herman mengaku, pihaknya sudah memastikan anggaran untuk rehabilitasi bangunan tersebut sebesar Rp150 juta.

“Sebenarnya alokasi anggaran untuk rehab SDN Pancawangi, Kecamatan Cilaku, dianggarkan pada Tahun Anggaran 2019 ini, anggaranya sudah ditetapkan yakni Rp150 juta,” kata Herman, Minggu (8/9).

Ia berharap, anggaran tersebut mampu memperbaiki bangunan sekolah dan murid bisa kembali beraktivitas tanpa harus belajar bergiliran atau belajar di tenda seperti yang sudah viral di media sosial.

“Pendidikan harus diprioritaskan, semoga semuanya segera pulih seperti sedia kala agar murid bisa belajar dan semangat lagi pergi ke sekolah,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Asep Supiandi membenarkan ambruknya bangunan SDN Pancawangi, Kecamatan Cilaku, sebagaimana yang beredar di media sosial.

Ia mengatakan, pihaknya sudah meninjau ke lokasi dan rehabilitasi bangunan pun masuk dalam anggaran perubahan tahun ini.

“Ya benar bangunan ambruk satu lokal dari total yang terdapat di SD tersebut sebanyak tiga lokal,” kata Asep.

Asep tak bisa memastikan tepatnya anggaran rehab akan turun. Ia hanya menyebut perbaikan bangunan akan dilakukan tahun ini juga.

“Alhamdulilah sudah ada di anggaran perubahan untuk rehabiltasi bangungan,” katanya.

Asep mengatakan untuk sementara ini murid belajar dilakukan dengan cara bergiliran. “Jumlah siswanya ada 104 orang,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai murid yang belajar di tenda, Asep mengatakan pihaknya tak mengetahui hal tersebut. Ia hanya mengatakan kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara bergiliran di dua lokal bangunan yang masih ada.

“Unitnya waktu saya kesana belum ada tenda, mungkin inisiatif kepala sekolah dan guru untuk belajar di tenda,” kata Asep.

Asep berharap tak ada kendala dan semua proses berjalan lancar hingga jadwal perbaikan bisa dilakukan secepatnya.

“Bantuan sudah masuk di anggaran perubahan tinggal menunggu pencairan,” katanya.

(dil)