BNNK Rekrut 500 Relawan Anti Narkoba

RAKOR: BNNK Cianjur tengah melakukan rapat koordinasi bersama sejumlah relawan. FOTO:DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur, telah menyiapkan sebanyak 500 relawan anti narkoba untuk membantu penanganan serta pencegahan bahaya narkoba yang akan disebar di berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNNK Cianjur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Basuki disela-sela kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Palace Cipanas, Rabu (11/9).

Basuki mengatakan, para relawan nantinya akan disebar di berbagai wilayah di Cianjur dengan harapan bisa menekan resiko dampak dari peredaran narkoba serta bahaya yang bisa ditimbulkan dari penggunaan narkoba di kalangan masyarakat.

“Jadi untuk kegiatan yang kemarin dilaksanakan itu sebagai pilot projek tahap kedua desa bersinar. Artinya pengembangan ke beberapa desa itu diharapkan akan bisa diikuti oleh desa-desa lain,” kata Basuki.

Adapun domain daripada desa bersinar itu masih kepada pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan. Dimulai dari sembilan desa pertama, kemudian ditambah lagi sembilan desa lainnya. “Jadi baru 19 desa yang mengikuti desa bersinar di Cianjur ini,” ujarnya.

Menurut Basuki, hal tersebut juga telah disepakati antara pemerintah daerah bersama BNNK Cianjur. Untuk kedepannya, kegiatan sosialisasi desa bersinar ini bisa dilakukan oleh para relawan yang telah diberikan sertifikat oleh BNNK. Tidak hanya digalakkan oleh pihak BNNK, tetapi para relawan inilah yang langsung bisa berkontribusi.

“Sampai sekarang relawan anti narkoba sudah mencapi 500 orang yang telah dididik oleh BNNK, dengan anggaran pun dari BNNK. Kami berharap, kedepannya justru setiap kepala desa yang ada di Cianjur ini bisa mempelopori serta mendukung para relawan lain,” ujarnya.

Dalam melakukan kegiatannya, para relawan telah mengikuti pendidikan dan pelatihan oleh BNNK. Hanya sampai saat ini diakui Basuki, memang belum bisa bekerja secara maksimal. Sebab, relawan yang akan masuk desa tersebut belum didukung sepenuhnya oleh pemerintah desa masing-masing.

“Jadi nanti ketika sudah bisa efektif bekerja bersama-sama di lingkungan desa, para pimpinan desa pun sepakat membuat aturan yang telah ditentukan regulasinya oleh Pemda, yang kemudian dibentuk forum koordinasi anti narkoba desa,” jelasnya.

Lebih lanjut Basuki mengatakan, setelah dibentuk aturan desa tadi, para relawan yang telah memiliki sertifikat dari BNNK tersebut diberdayakan dengan operasional yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan Asli Desa (APBDes). Sehingga semua unsur bisa bersama-sama memberikan manfaat.

“Jadi kedepan, setiap relawan dan forum yang telah dibentuk di desa itu, terdapat buku saku, panduan, dan modul yang telah dirancang oleh BNNK bersama pemerintah daerah. Hanya nanti bisa dilakukan revisi aturan sesuai desa masing-masing,” tukasnya.

(dan)