JKN-KIS Berikan Manfaat Bagi Pasien Thalassemia

MANFAAT: Program JKN-KIS berikan beragam manfaat bagi peserta. Seperti halnya bisa digunakan untuk pengoabatan bagi pasien thalassemia.

RADARCIANJUR.com – Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi Santi Nurulhayat (36) adalah mendapatkan manfaat tak hanya sebagai peserta tetapi juga sebagai petugas di fasilitas kesehatan.

Santi adalah warga Kelurahan Sukasari Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur, yang merupakan salah satu petugas administrasi di ruangan Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Setiap harinya Santi berinteraksi langsung dengan pasien serta keluarga yang mendapatkan pelayanan cuci darah.

“Sudah 11 tahun saya bertugas, jadi dengan pasien sudah seperti keluarga sendiri. Saya memahami perjuangan mereka karena saya juga sebetulnya pasien thalassemia yang rutin mendapatkan tranfusi darah,” ungkapnya.

Kondisi medis Santi tersebut diketahui keluarganya sejak beliau berusia sembilan bulan, dimana terdapat kelainan gen dalam darah dan mengharuskan Santi melakukan tranfusi darah sekali dalam rentang waktu 14 hari. Selama bertugas di rumah sakit Santi berupaya untuk memenuhi jadwal tranfusinya tersebut.

Ibu satu anak ini bisa melakukan transfusi darah rutin khusus pasien Thalassemia dengan menggunakan program JKN-KIS. Pihaknya mengakui merasa sangat bersyukur karena terbantu sekali dengan adanya program ini.

“Alhamdulillah manfaat program JKN-KIS jelas saya rasakan, pelayanan dan pengobatannya nyaman. Tidak terbayang kalau saya harus bayar sendiri, berapa biaya yang harus saya keluarkan setiap bulannya,” ujarnya.

Selain itu, ruang cuci darah tempat Santi bertugas hanya berbeda satu lantai dengan ruangan tranfusi, sehingga Santi mudah mengatur jadwal tranfusi yang harus dijalaninya.

Sebagai pasien Thalassemia yang sudah lama menjalani pengobatan Santi selalu memberi dukungan dan motivasi kepada orang tua pasien Thalassemia lainnya. Seperti diketahui sebagian besar pasien pengidap Thalassemia adalah anak-anak. Hal itu dilakukannya agar para orang tua pasien tidak merasa minder atau menyerah dengan kondisi anaknya, serta selalu memberikan perhatian penuh demi kelancaran proses pengobatan.

“Buktinya saya, dukungan orang tua sampai detik ini selalu memotivasi saya untuk selalu semangat menjalani hidup. Aktifitas saya masih bias seperti orang lain, baik bekerja maupun berumah tangga,” tegas Santi.

Bisa beraktivitas melayani pasien di rumah sakit dan mendapatkan pelayanan terbaik ketika harus tranfusi darah, Santi menyadari ini adalah bukti nyata manfaat JKN-KIS yang didasari oleh prinsip gotong royong semua pesertanya. “Dengan iuran yang dibayarkan tersebut kita tidak hanya mendapatkan manfaat dari pelayanannya, kita pun dapat saling melayani untuk kebaikan sesama,” pungkasnya.

(adv/ars)