TIRA Persikabo vs Persib Bandung, Adu Gengsi Derbi Jabar

Selebrasi Erwin Ramdani. Foto Persib/Gregorius Aditya Katuk

RADARCIANJUR.com – Laga derbi Jawa barat yang penuh gengsi bakal tersaji antara TIRA Persikabo (TIRA Kabo) versus Persib Bandung, dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (14/9).

Bisa dibilang TIRA Kabo adalah kekuatan baru di sepakbola Jabar. Dalam perjalanannya, tim ini sempat bermarkas di Bogor pada 2016 lalu ketika masih bernama PS TNI, setelah mengakuisisi Persiram Raja Ampat. Dua tahun berselang, mereka memilih hijrah ke Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan berganti nama menjadi PS TIRA.

Memasuki musim 2019, perubahan kembali dilakukan dengan menggandeng klub legendaris Indonesia lainnya, Persikabo Bogor. Alhasil, muncul nama TIRA Persikabo, dan membuat klub yang kini berjulukan Laskar Padjajaran itu kembali bermarkas di Kota Hujan.

Musim ini, TIRA Kabo langsung membuat kejutan dengan melesat menjadi salah satu tim papan atas di Shopee Liga 1. Menempati posisi kedua akhir putaran pertama dengan 33 poin dari 17 laga, menjadikan tim yang dilatih Rahmad Darmawan (RD) tersebut sebagai salah satu favorit untuk menjadi juara. Ketika pertama kali ditunjuk pada awal musim ini, RD memang ditargetkan bisa membawa TIRA Kabo finis di papan atas klasemen. Mengingat, pada musim lalu, mereka nyaris terdegradasi.

Hasilnya, eks pelatih timnas Indonesia U-23 itu setidaknya hingga akhir putaran pertama mampu menjawab kepercayaan tersebut dan membuat gaya permainan dari TIRA Kabo lebih solid. Terutama dalam hal ketajaman. Buktinya, Abduh Lestaluhu dan kawan-kawan sementara ini menjadi tim paling subur dengan torehan 38 gol!

Hal itu juga yang menjadi perhatian Persib, yang kini masih terseok-seok di posisi kesepuluh dengan 19 poin dari 17 pertandingan. Memang, nama Persib saat ini lebih besar dibandingkan TIRA Kabo, baik dari segi sejarah maupun jumlah suporter. Tapi, hal itu tak membuat pelatih Persib, Robert Rene Alberts, jemawa.

Jika menilik performa TIRA Kabo. Robert pun memberikan perhatian khusus terhadap kinerja para pemain asing TIRA Kabo, yang ditempati Khursed Beknazarov, Louise Parfait, Ciro Alves, hingga Loris Arnaud. Keempatnya dinilai memberikan dampak signifikan bagi gaya bermain yang diterapkan RD.

“Mereka memiliki pemain-pemain yang kuat, terutama para pemain asingnya. Di samping itu, mereka adalah salah satu tim dengan transisi terbaik, saat bertahan ke menyerang. Jadi bertandang ke markas TIRA Persikabo bukanlah pekerjaan yang mudah,” kata Robert.

Tapi, pelatih asal Belanda itu juga tetap optimistis timnya bisa menuai hasil positif pada laga ini. Terlebih, hadirnya tiga pemain asing baru, yaitu Nick Kuipers, Omid Nazari, dan Kevin van Kippersluis, disebutnya bisa memberikan tambahan kekuatan bagi tim Maung Bandung untuk putaran kedua.

Kemenangan pada laga terakhir saat menjamu PSS Sleman, 30 Agustus lalu, pun menambah motivasi dan keyakinan Supardi Nasir dan kawan-kawan menatap putaran kedua. “Dengan motivasi penuh, saya merasa optimistis bisa memulai putaran kedua dengan baik melalui laga nanti,” tambah eks pelatih PSM Makassar itu.

Sementara itu, TIRA Kabo juga terus berbenah, setelah dalam dua laga terakhir mendapatkan hasil kurang memuaskan. Dalam dua laga itu, mereka takluk dengan skor telak di kandang Persela Lamongan (6-1) dan hanya bermain imbang 2-2 dengan Borneo FC di kandang sendiri.

Tak ayal, RD mengingatkan kembali Manahati Lestusen dan kawan-kawan untuk kembali fokus, dan tidak cepat puas dengan apa yang sudah mereka raih pada putaran pertama. Terlebih, RD memperkirakan Persib kali ini datang dengan tim yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Pada putaran pertama, TIRA Kabo berhasil mengimbangi Persib, dengan skor 1-1, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, 18 Juni lalu. “Persib akan datang dengan materi pemain baru, dan ini menjadi tantangan buat kami,” tegas RD. (net/jp)