Mekanisme Pilkades 2020 Berubah

KADES DADAKAN: Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilantik jadi PJS Kades yang masa jabatannya habis. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pilkades serentak 2020 yang dilaksakan di 248 desa di Kabupaten Cianjur dijadwalkan akan digelar pada 23 Februari mendatang.

Sekretaris Dinas pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur Asep Kusmana Wijaya mengatakan, pada umunya ketentuan pelaksanaan Pilkades sama dengan sebelumnya.

Namun untuk tahun 2020 ini yang membedakan adalah diperbolehkanya mencalonkan kepala desa meski bukan warga atau domisili desa tersebut.

“Dulu, calon kades harus yang berdomisili di desa yang bersangkutan minimal satu tahun. Tapi pada Pilkades 2020 ini, siapapun bebas, yang penting sebagai warga negara Indonesia,” kata Asep saat menghandiri pelantikan tiga PJS Kepala Desa di Kecamatan Gekbrong, Senin (16/9).

Asep mengatakan, dari 248 desa yang akan mengikuti Pilkades serentak, para kepala desanya habis masa jabatan pada bulan September 2019 dan Januari 2020.

“Kalau yang melaksanakan pelantikan PJS Kades sekarang itu para kepala desa yang habis masa jabatan di bulan September 2019” katanya.

Lanjut Asep untuk di Kecamatan Gekbrong ada empat kepala desa yang habis masa jabatanya di bulan September 2019.

“Sebetulnya ada tujuh desa di Kecamatan Gekbrong yang akan melaksakan Pilkades serentak, namun yang tiga desa belum. Diganti oleh PJS karena habis SK kadesnya pada Januari 2020,” katanya.

Camat Gekbrong Adang Sumariyadi mengatakan, empat orang PJS Kades yang dilantik saat ini adalah PJS Kades Songgo, PJS Kades Gekbrong, PJS Kades Bangbayang dan PJS Kades Keubonpeuteuy.

“Semua yang PJS yang dilantik adalah PNS dari Kecamatan Gekbrong,” katanya.(dil)