Eze Gagal Pinalti, Persib Gagal Menang Lawan Semen Padang

GAGAL MENANG: Ekspresi Ezechiel saat gagal mengeksekusi pinalti lawan Semen Padang, Rabu (18/9). Foto : Taopik/Radar Bandung

RADARCIANJUR.com – Apa yang ada dalam pikiran Ezechiel Nduoassel saat akan menendang penalti bagi Persib. Tendangannya jauh tinggi diatas mistar gawang Teja Paku Alam.

Padahal, jika terjadi gol bukan mustahil Maung Bandung bisa memenangkan laga dan memperbaiki posisi di papan klasemen sementara.

Akibat kegagalannya menendang penalti, cemoohan didapat pemain asal Chad itu. Teriakan Eze ‘butut’ dan Eze out menggema di stadion Si Jalak Harupat, Rabu malam (18/9).

Tak ayal, kegagalan Eze pun membuat pelatih Robert Alberts kecewa. Karena, Eze memang sudah disiapkan untuk bermain melawan Semen Padang.

“Saya cukup kecewa dengan gagalnya penalti yang membuat kita kehilangan poin. Tapi lebih kecewa lagi dengan hasil secara keseluruhan,” katanya usai laga.

Eze sendiri masuk pada awal babak kedua menggantikan Ghozali Siregar. Padahal, Ghozali sendiri sedang bermain apik dengan menyumbangkan satu gol pada pada menit 20.

Pelatih asal Belanda itu mengemukakan alasannya menurunkan Eze. Padahal pemilik nomor punggung 10 itu baru bergabung sehari sebelum pertandingan.

“Itu bagian dari rencana kami. Eze memulai di babak kedua, tidak ada waktu istirahat yng cukup bagi dia. Sayaemasang dia karena dia haus gol dan memiliki motivasi yang tinggi dalam setiap bermain,” ucap mantan pelatih PSM Makassar itu.

Meski hasilnya membuat kecewa, Robert pun merasa bangga. Pasalnya, dia melihat permainan Supardi dkk sudah berkembang lebih baik.

“Secara permainan anak-anak berkembang. Tapi saya memiliki catatan karena banyak melakukan kesalahan mendasar,” terangnya.

Sementara itu pelatih Semen Padang Weliansyah cukup bangga dengan anak asuhnya. Pasalnya bisa menahan imbang Persib di kandangnya sendiri. Gol balasan dari Kabau Sirah sendiri diciptakan oleh Dany Karl Max pada menit 48. “Saya salut kepada pemain, apa yang direncanakan dijalankan dengan baik,” tuturnya.

Ia pun menilai jika Dedi Gusmawan CS bermain penuh motivasi sehingga bisa membuat lini serang Maung Bandung cukup frustasi.

“Saya sangat bahagia sekali malam ini, pujian patut diberikan kepada anak-anak,” ujarnya.

Dengan hasil imbang ini, Maung Bandung menduduki posisi 11 dengan 21 poin. Sementara Semen Padang masih berada di zona degradasi dengan 12 poin dari 18 laga yang telah dilalui.

(pra)