Pilkada Cianjur, Empat Parpol Islam Gelar Pertemuan Tertutup

KOMPAK: Empat Ketua dan Sekretaris Parpol: PKS, PKB, PAN dan PPP saat ngopi bareng di salah satu Cafe, Senin (16/9) malam.

RADARCIANJUR.com – Arah koalisi partai politik (parpol) pengusung bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati pada Pilkada Cianjur 2020 sudah mulai terungkap. Buktinya parpol berbasis Islam menggelar pertemuan tertutup di salah satu cafe di wilayah Jalan Ir H Juanda Panembong Cianjur, Senin (16/9) malam.

Ada empat pimpinan partai politik berbasis Islam yang hadir pada pertemuan tersebut yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hadir Ketua dan Sekretaris DPC tiap-tiap partai.

Meski tertutup, ada kemungkinan pertemuan tersebut untuk memastikan koalisi permanen menjelang Pilkada yang tahapanya akan dimulai pada bulan Oktober ini.

“Memang benar kami menggelar pertemuan dengan teman-teman pengurus parpol lain, tujuanya membahas mengenai koalisi untuk kepentingan umat, sama seperti partai lainnya,” kata Ketua DPC PKB Cianjur Lepi Ali Firmansyah kepada Radar Cianjur, kemarin (17/9).

Menurutnya, pertemuan partainya dengan parpol berbasis Islam tentu untuk turut serta membangun Cianjur dalam pilkada 2020 ini. Seperti diketahui Kabupaten Cianjur itu terkenal dengan kota santri, yang pasti harus diperjuangkan.

“Malam itu sebetulnya kita semua minum kopi serta membahas dua hal, kita juga akan mengintenskan kerjasama di parlemen dalam rangka mempercepat kepentingan dan aspirasi umat, yang kedua diskusi panjang lebar menghadapi pilkada 2020. Intinya bukan soal koalisinya, tapi yang menjadi perjuangan adalah aspirasi umat,” tegasnya.

Ketua DPD PKS Cianjur Wilman Singawinata juga tidak membantah pertemuan partainya dengan empat parpol lain dengan agenda hanya untuk menyamakan persepsi dan pandangan.

“Kita empat partai berkumpul baru sebatas itu. Kita kemarin menyepakati perihal perjuangan di parlemen juga, semoga ada jalannya. Artinya untuk memperjuangkan kepentingan umat. Ini baru di Cianjur saja, DPW dan DPP belum mengetahuinya, tapi akan kita tembuskan juga ke pusat masing-masing parpol, doakan saja semoga semuanya lancar,” terang anggota legislatif yang baru dilantik untuk periode keduanya ini.

Ketua DPC PPP Jimmi Perkasa Haz mengungkapkan, kumpulnya empat parpol untuk menyamakan persepsi. Pertemuan empat parpol Islam ini yang belum pernah bergabung sebelumnya diharapkan bisa mencari solusi dan kebaikan Cianjur ke depanya.

“Jadi begini, kumpulnya empat parpol itu untuk menyamakan persepsi, malam itu kita berpikir bagaimana mengawal lima tahun kedepan untuk di parlemen. Empat parpol ini kan partai Islam yang belum pernah bergabung,” kata Zimmi.

Dikatakanya, ketika di Cianjur itu kota santri, banyak pesantren tapi untuk pengembangan program pesantren dan keagamaan itu sangat minim. Intinya untuk mengawal program di parlemen mengenai keagamaan. Sehingga diperhatikan dari segi pendidikan, kesehatan dan keagamaan. “Momen pertemuan juga untuk membahas persiapan menghadapi pilkada,” ungkapnya.

Harapan dengan pertemuan tersebut juga bisa terwujud koalisi permanen untuk Pilkada 2020. “Sehingga empat partai Islam di Cianjur bergabung, basisnya sama, prinsipnya sama yang membedakan itu hanya teknis,” ujarnya.

Kalau semua partai Islam bergabung dalam pilkada, tidak menutup kemungkikan untuk mengusulkan calon bupati dari salah satu partai Islam tersebut. “Tetapi tidak menutup kemungkinan juga partai Islam ini bisa bergabung dengan parpol lain,” terangnya.

Ditanya soal apakah pembahasan mengerucut pada salah satu calon bupati? Zimmi menjawab untuk calonnya sendiri dikembalikan kepada partai masing-masing untuk melakukan penjaringan. “Setelah masing-masing mempunyai parpol calon kita survei, termasuk dari luar partai Islam, maka koalisi permanen ini sudah memenuhi kuota untuk daftar di Pilkada. Besok lusa akan kita lanjutkan pertemuan empat fraksi dari masing-masing partai,” tambah Zimmi diamini Sekretarisnya Andi Taufik.

Ketua DPD PAN Kabupaten Cianjur Herlan Firmansyah melalui Sekretarisnya Hendi Mulyana menjelaskan, jika pertemuan bersifat diskusi untuk sinergitas partai Islam khususnya di Cianjur.

“Salah satunya membahas persiapan koalisi menjelang Pilkada 2020,” kata Hendi.
Selain itu, menyamakan persepsi, menyatukan visi misi, juga meningkatkan kerjasama di legislatif. “Jadi kita koalisi untuk membangun komunikasi dengan empat partai ini. Yang pertama kita kompak dulu dan persepsi di DPRD. Bukan hanya di DPRD tapi sampai di pilkada 2020 yang kita harapkan,” ujarnya.

Empat partai sendiri sudah mengarah pada persiapan koalisi permanen. “Insya Allah sedang kita jajaki dulu untuk koalisi, saat ini kita sedang melakukan komunikasi intensif. Masing-masing kan mempunyai jagoan, baik itu calon di internal maupun di eksternal. Yang penting satu persepsi dulu. Nanti sejauh mana popularitas dan elektabilitasnya menandingi calon partai lainnya. Kita berharap, empat partai berbasis Islam ini bisa berkoalisi di pilkada 2020 nanti,” bebernya.

(kim)