Babi Hutan Gegerkan Warga Cijedil

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Seekor babi hutan membuat geger warga RT 02 RW 04, Desa Cijedill, Kecamatan Cugenang, Kamis (19/9). Babi tersebut masuk ke pemukiman warga. Hewan liar tersebut diketahui mencoba kabur dari kejaran pemburu yang tengah berburu di hutan sekitar pemukiman.

Beruntung tidak ada warga yang menjadi korban akibat amukan babi hutan tersebut. Babi itu sendiri dengan mudah berhasil ditangkap warga karena tersangkut di pagar besi milik salah seorang warga.

Kepala Kedusunan 1, Desa Cijedil, Husen Saepullah menuturkan, babi tersebut masuk ke pemukiman warga pukul 8.30 WIB, dan sempat membuat panik warga sekitar.

“Jadi babi itu lari ke pemukiman warga, kemudian menabrak pagar rumah dan tersangkut, hingga akhirnya tidak bisa kabur lagi,” ujar Husen saat dikonfirmasi, kemarin.

Karena tertimpa pagar yang roboh dan tersangkut, babi hutan itu bisa dengan mudah dilumpuhkan warga. Selang tidak lama kemudian, pemburu yang memburu babi tersebut datang dengan membawa beberapa anjing berburu.

“Langsung dibawa, enggak tahu dibawa kemana. Gak tahu dijual atau bagaimana,” lanjutnya.

Dari kejadian tersebut, sambung Husen, tidak ada warga yang terluka. Hanya saja, pagar salah seorang warga roboh usai diterjang babi hutan tersebut.

“Alhamdulilah, cuma pagar saja yang rusak,” tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Cugenag, Kompol Iwan Mustawan membenarkan adanya babi hutan yang masuk ke wilayah permukiman penduduk di Desa Cijedil.

Dari hasil pengecekan di lokasi, penangkapan babi hutan itu dilakukan dengan cara mempergunakan beberapa ekor anjing dan dipukul oleh pemburu, dan dibantu oleh masyarakat sekitar sehingga babi tak berdaya dan langsung dibawa oleh pemburu ke rumahnya.

“Atas peristiwa tersebut tidak ada korban manusia, hanya pagar warga saja,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau, jika ada hal-hal yang tidak diinginkan, agar segera berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat sehingga bisa cepat ditangani.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian yang tidak diinginkan seperti ini. Semua bisa kondusif,” kata Iwan.

(dan)