Cegah Stunting, TPID Cianjur Gelar PSDM

RADARCIANJUR.com – Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kabupaten Cianjur menggelar pelatihan peningkatan kapasitas Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) untuk mencegah sejumlah permasalahan khususnya kaitan dengan kasus stunting yang ada di Kabupaten Cianjur.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari Kamis-Jumat (19-20/9) itu dipusatkan di salah satu gedung di Bumi Ciherang.

Ketua Pelaksana sekaligus Ketua TPID Kecamatan Cianjur, Ceceng Suryana mengatakan, dalam kegiatan ini fokus pada pelatihan kader pembangunan masyarakat terkait pencegahan stunting yang menjadi fokus nasional.

Dikatakan Ceceng, pihaknya memfasilitasi dan menggerakan elemen masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemberdayaan di desa masing-masing.

Menurutnya, kegiatan pelatihan ini juga merupakan serangkaian rencana kerja tindak lanjut dari Program Inovasi Desa di Kabupaten Cianjur.

“Tujuan terpentingnya adalah pencegahan stunting. Karena stunting ini sudah menjadi program nasional. Makanya sangat penting juga ketika ada pelatihan PSDM, diharapkan bisa sama-sama mencegah serta menangani hal tersebut,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Ceceng menambahkan, para peserta diharapkan dapat memahami dan menyadari tentang bahaya stunting, melaksanakan peran serta memfasilitasi pengorganisasian pelaku pencegahan stunting dan mampu menyusun rencana kerja Kader Pembangunan Manusia (KPM).

“Jadi selama dua hari pelaksanaan ini, peserta dibekali dengan beragam materi yang disampaikan narasumber. Baik dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan serta Tim Inovasi Desa Kabupaten Cianjur,” jelasnya.

Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Cianjur, Verra Heryanti menjelaskan, ada tiga ruang lingkup yang menjadi targetkan inovasi desa. Yakni kewirausahaan atau BUMDes, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan Sumber daya manusia.

Kaitan dalam pemberdayaan manusia saat ini yang lebih difokuskan capaian inovasi desa itu adalah penanggulangan dan pencegahan stunting sebagaimana di prioritas penggunaan dana desa.

“Peningkatan kapasitas pendamping desa yang ada di masing-masing kecamatan ini kami berikan arahan yang berkaitan dengan SDM untuk bisa diaplikasikan di masing-masing desa untuk pencegahan dengan stunting,” kata Verra.

Menurutnya, jika dilihat dari efektivitas kaitan dengan pelatihan yang digelar ini cukup efektif. Pasalnya beberapa narasumber yang tadi dihadirkan pun itu sangat berkolerasi. Sehingga penyampaiannya lebih efektif. Apalagi kaitannya dengan pemberdayaan sumber saat manusianya bisa diaplikasikan lebih maksimal.

“Jadi dari beberapa bidang penanganan di masyarakat ini semuanya bisa disampaikan oleh para narasumber,” tambahnya.

Ia mengatakan, stunting di Kabupaten Cianjur itu tinggi, masih diatas standar Badan Kesehatan Dunia atau WHO yang hanya 20 persen. Hanya di Cianjur itu preferensinya itu masih diangka 35,7 persen. Meskipun ada beberapa yang dilakukan pihak pemerintah kabupaten itu sudah bisa ditekan hingga 0,7 persen, yakni turun jadi 28 persen.

“Makanya untuk bisa mencapai targetan pemerintah itu minimal hingga 28 persen, tetapi InsyaAllah dengan adanya pembekalan ini mudah-mudahan bisa lebih menekan kembali pencegahan dan penanganan stunting ini,” ujarnya.

Karena memang pendamping desa ini melakukan pendampingan dan menjadi salah satu advokasi yang ada di desa-desa, hal-hal seperti pembangunan, dan pengembangan kader desa juga perlu didukung dan dibantu. Sehingga ketika ada sesuatu di desa, bisa memberikan solusi dan penanganan yang baik.

“Mudah-mudahan saja setelah adanya kegiatan ini, bisa sama-sama menekan dan meminimalisir terus angka stunting yang masyarakat. Walaupun misalnya sudah ada, tetapi kita bisa menanggulanginya dengan baik,” pungkasnya.

(dan)