PAN Merapat ke Herman, Bagaimana Nasib Koalisi Papol Islam?

SILATURAHMI: Sekjen DPP PAN menggelar pertemuan tertutup dengan Plt Bupati Cianjur Herman Suherman. Pada kesempatan itu dibahas juga soal kemungkinan dukungan untuk pilkada 2020. Foto : PAN Cianjur for Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 Partai Amanat Nasional (PAN) mengelar pertemuan tertutup dengan Herman Suherman di Pendopo Pemkab Cianjur, Kamis (19/9). Meski belum ada kepastian namun pertemuan tersebut membuka peluang bergabungnya PAN dengan PDI Perjuangan untuk koalisi pendukung petahana.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Suparno mengatakan meski kunjunganya ke Pendopo Cianjur hanya untuk silaturahmi dengan Plt Bupati Cianjur. Namun juga dibicarakan kemungkinan dukungan PAN kepada Herman dan membentuk koalisi permanen dengan PDI Perjuangan.

“Ini kunjungan saya yang pertama kali setelah terpilih menjadi anggota DPR RI, saya sampaikan kepada beliu (Plt Bupati) Insya Allah tangga 1 Oktober akan dilantik, dan berniat untuk menjadi mitra yang aktif, dalam hal pembangunan Cianjur,” katanya.

Ia mengatakan, pada pertemuan itu juga sekaligus memperkenalkan secara resmi ketua fraksi PAN termasuk kedua anggota DPRD Kabupaten Cianjur.

“Saya samapaikan kepada beliau bahwa teman-teman di DPRD siap mendukung pak bupati dalam kegiatan dan programnya dan saya juga titip kepada beliau agar komunikasi dengan kami ini selalu terjalin dengan baik,” katanya.

Menurutnya, disamping itu juga dibahas agenda politik kedepanya, dan selama ini Plt Bupati sudah bekerja dengan baik, kerjanya tanpa pamrih empat hari dalam satu minggu mau turun bertemu dengan masyarakat. “Secara pribadi saya setuju mengusung Herman Suherman, tapi secara pejabat partai harus mengedepankan mekanisme,” ujarnya.

Eddy mengatakan, untuk selanjutnya, DPD PAN akan melakukan penjaringan, dan Herman Suherman akan mendaftarkan diri sebagai Balon dari PAN. “Calon lain juga ada yang mendaftar, kita buka secara terbuka,” katanya.

Saat disinggung terkait kemungkinan besar PAN jika mengusung Herman Suherman akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, Eddy menyebut tidak keberatan jika hal itu terjadi.

“Sepanjang agenda yang kita perjuangkan di daerah, PAN selalu terbuka untuk berkoalisi dengan partai manapun,” pungkasnya.

Lalu bagaimana dengan kelanjutan pertemuan dan kesepakatan membuat koalisi permanen empat partai Islam, PKS, PPP, PKB dan PAN termasuk untuk mengusung calon bupati usungan mereka?.

Ketua DPC PPP Cianjur Zimmi Perkasa Haz menilai jika pertemuan PAN dan Herman Suherman merupakan hak kebijakan masing-masing partai. Sebab hal itu sudah masuk pada ranah strategi internal. “Sah-sah saja itu hak tiap partai politik,” ujar Zimmi.

Meski begitu bagi PPP sendiri untuk pencalonan bupati sangat menyadari dengan tidak bisa menempatkan 10 kursi di parlemen sehingga tidak bisa mengusung calon sendiri dan harus berkoalisi dengan partai lain.

“Kalau PPP mah kita tidak akan jemput bola datang atau menghubungi calon-calon, kita kan punya etika dan mekanisme. Kita menunggu saja, siapa yang butuh ke PPP, minimal kita membuka program melalui ngobrol itu,” ucapnya.

Dia pun optimis akan ada calon yang meminta dukungan partainya menjelang pengusungan bakal calon. “Ya tidak menutup kemungkinan nanti akan ada yang datang ke PPP. Tapi kita menunggu dari calon-calon yang akan maju, ini persoalan etika politik,” ujarnya.

“Hal itu juga melihat keseriusan calon bupati berangkat darimana. Alhamdulillah, meskipun kita kuota dua kursi sudah ada delapan orang yang melakukan komunikasi dengan kita. Bulan depan kita akan coba melakukan ngobrol pintar dengan keluarga besar PPP,” terangnya.

Ketua DPD PKS Cianjur Wilman Singawinata menyebutkan merapatnya PAN ke incumbent tidak akan berpengaruh pada agenda pembahasan satu visi dan misi empat parpol Islam. “Enggak akan berpengaruh, setiap partai juga kalau bupati mah wajar. Ya mungkin itu persiapan, tapi kita mah tetap pada track pembahasan satu visi partai Islam,” terang Wilman.

Sementara Ketua DPC PKB Cianjur Lepi Ali Firmansyah memilih untuk tidak berkomentar terkait merapatnya PAN ke Herman. “Saya tidak akan berkomentar apa-apa kalau untuk hal itu,” ucap Lepi singkat yang langsung menutup telepon selulernya.

(dil/kim)