Alhamdulillah, Pemkab Cianjur Bantu Perbaikan Rumah Aki Dadan

RADARCIANJUR.com – Plt Bupati Kabupaten Cianjur, Herman Suherman mengunjungi Dadan Sukandar atau Aki Dadan, maestro kecapi, di kediamannya Kampung Sayang Semper RT 04 RW 08, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Jumat (20/9).

Didampingi Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Ahmad Rifai, Camat Cianjur, dan pejabat lainnya, Herman meninjau langsung kondisi rumah Aki Dadan yang sudah reyot dan roboh sebagian.

Aki Dadan sosok seniman besar Cianjur yang sudah banyak mengharumkan nama kota kelahirannya. Ia merupakan salah satu dari sedikit sekali maestro Cianjuran yang tersisa di tanah Pasundan.

Herman mengaku, mengetahui kondisi Aki Dadan berdasarkan pemberitaan di media massa dan media sosial terkait kondisi rumahnya yang roboh.

“Saya mendapatkan informasi dari media cetak, online dan media sosial terkait kondisi rumah Aki Dadan yang rusak dan kurang layak. Makanya langsung saya perintahkan OPD terkait untuk membantu perbaikan rumah Aki Dadan,” jelasnya.

Menurutnya, bantuan renovasi rumah tersebut akan disalurkan melalui Dinas Perkimtan. Tetapi dalam prosesnya nanti, bentuk bangunan akan dipertahankan untuk menjaga keasliannya, meski akan ada beberapa bagian yang diperbarui.

“Nanti Dinas dibantu warga akan memperbaiki rumahnya, kemungkinan dalam waktu dekat sudah selesai dan ditempati kembali,” tambahnya.

Herman menjelaskan, tidak hanya bantuan rumah, Pemkab Cianjur juga akan memberdayakan pelaku seni yang sudah membesarkan Mamaos Cianjuran tersebut. Rencananya, Aki Dadan secara rutin akan mengajar Mamaos di Bale Pancaniti Pendopo Cianjur.

Dengan begitu, lanjutnya, diharapkan Aki Dadan memiliki penghasilan yang tetap dari pemerintah daerah, dan Mamaos Cianjuran pun bisa terus dilestarikan dengan banyak pihak, mulai dari perangkat dan pejabat pemerintahan dan warga Cianjur secara umum yang akan mempelajarinya.

“Sekarang Bale Pancanitinya sedang direnovasi, setelah itu setiap Rabu malam akan ada pelatihan dan pentas Mamaos Cianjuran di Pendopo. Sehingga tiga pilar budaya terutama Mamaos bisa tetap dilestarikan. Tidak hanya untuk pejabat daerah, masyarakat Cianjur secara umum juga bisa turut belajar,” terangnya.

(*/tim)