Green Cianjur Gelar Gerakan Anti Sampah Plastik di Alun-alun Cianjur

ANTI PLASTIK: Gerakan Resik Nusantara (Green) melakukan bersih-bersih di Alun-Alun Cianjur kemarin. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sampah memang menjadi permasalahan di berbagai kota. Bukan hanya di kota-kota besar, tapi juga di Cianjur. Hal itu pula yang menggerakkan para generasi milenial untuk ikut berkontribusi menjaga Cianjur bersih. Sebagai awal, gerakan tersebut digelar di Alun-alun Cianjur. Ke depannya, kegiatan serupa akan digelar di berbagai wilayah di Cianjur.

Sampah plastik menjadi perhatian khusus bagi para penggiat lingkungan. Pasalnya, Indonesia sendiri menjadi negara peringkat kedua di dunia dengan produksi sampah plastik terbanyak.

Tentu saja, citra ini bukan menjadi suatu hal yang bisa dibanggakan. Melainkan harus mendapat perhatian lebih karena memang menjadi masalah serius.

Seperti halnya yang dilakukan oleh penggiat lingkungan Gerakan Resik Nusantara (Green) Cianjur yang menggelar gerakan anti sampah plastik di Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut dilakukan di Alun-Alun Cianjur bersama dengan enam komunitas lain yang peduli terhadap lingkungan.

Yang cukup unik, semua anggotanya masih berusia remaja dan pelajar. Mereka adalah generasi muda yang peduli dengan lingkungan.

Kendati matahari cukup terik, tak menjadi halangan bagi mereka untuk membersihkan kawasan salah satu ikon di Kota Tauco ini dari sampah, utamanya sammpah plastik.

Ketua Green Cianjur, Dede Ahmad Romadon mengatakan, pihaknya sengaja menyasar generasi milenial sebagai ‘kader’. Selain semangat yang masih tinggi, sekaligus memberikan pendidikan sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan bersih dan sehat.

“Sebetulnya ini inisiasi dari anak-anak SMKN 1 Cianjur yang mengajak untuk bersih Alun-alun. Terus kami memberi masukan kepada mereka agar tidak sekedar bersih-bersih Alun-alun saja. Agar lebih fenomenal gerakannya dengan mengajak beragam elemen lainnya,” terang Dede.

Sesuai dengan acara, pihaknya mengadakan aksi dan deklarasi pengurangan sampah plastik. Dengan gerakan ini menjadi titik mulainya untuk mengurangi sampah plastik di Kabupaten Cianjur. Green sendiri memiliki program yang memang perlu didukung mengenai penanganan sampah plastik.

Rika, salah satu siswa SMKN 1 Cianjur mengaku, cukup miris melihat kondisi Cianjur yang cukup banyak sampah berserakan. Menurutnya, selain mengganggu pemandangan, sampah juga bisa menimbulkan peyakit.

“Sedih saja lihat kampung kelahiran sendiri banyak sampahnya. Inginnya seperti kota-kota lain yang jalan-jalannya bersih dan indah,” tuturnya.

Rika mengaku bersedia ikut dalam gerakan tersebut lantaran karena memang keinginannya sendiri. Dirinya berharap, dengan hal kecil yang dilakukannya, bisa menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat lainnya agar menjaga kebersihan, minimal di lingkungan sekitarnya.

“Kalau makin banyak yang sadar kan berarti makin bagus. Jadi Cianjur tambah bersih,” katanya.

Acara tersebut turut didukung oleh Kodim 0608/Cianjur yang dihadiri oleh Kasdim 0608 Cianjur, Mayor Inf Sutoro. Ke depan, rencananya kegiatan serupa akan terus dikembangkan ke setiap daerah di Kabupaten Cianjur.

“Kita ingin menjadikan Kabupaten Cianjur menjadi kabupaten yang bebas dari sampah plastik dan itu harapan serta rencana kita,” ujar Sutoro.

Sutoro menyatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas ajakan kegiatan bersih-bersih ini. Pasalnya, ini sangat mendukung tugas TNI dalam program lingkungan.

“Ini sangat kami apresiasi acara peduli lingkungan yang dilakukan oleh Green beserta rekan-rekan lainnya, yang tentunya sangat mendukung program pemerintah,” paparnya.

Saat ini, beber Sutoro, beberapa sungai di Kabupaten Cianjur sudah tercemar akibat sampah yang salah satunya sampah plastik. Sehingga hal ini bisa menjadi salah satu motor penggerak untuk kegiatan bersih-bersih lainnya.

“Semoga saja gerakan ini bisa menjadi pemicu gerakan peduli lingkungan yang jauh lebih besar lagi di Cianjur. Biar Cianjur bersih, sehat dan lingkungannya terjaga,” pungkasnya.

(kim)