Maprasa FH Unsur Peduli Korban Karhutla

PEDULI: Mahasiswa Pecinta Alam Prabu Salya (Maprasa) Fakultas Hukum Unsur Cianjur melakukan penggalangan dana untuk korban kebakaran lahan di Riau, Sumatra. FOTO: Maprasa FH Unsur For Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau mendapatkan perhatian berbagai pihak, dari mulai membantu pemadaman lahan hingga penggalangan dana untuk bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak kabut asap.

Seperti halnya yang dilakukan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam Prabu Salya (Maprasa) Fakultas Hukum (FH) Unsur Cianjur yang melakukan penggalangan dana di lampu merah Jalan Lingkar Timur pada Sabtu (21/9) pukul 15.00 WIB.

Penggalangan dana tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian serta turut membantu meringankan beban masyarakat yang menjadi korban.

“Galang dana peduli korban kabut asap merupakan agenda program kerja Unit kegiatan Mahasiswa Mapala Fakultas Hukum Universitas Suryakancana,” terang Ketua Umum Maprasa FH Unsur, Bayu melalui Divisi Media Informasi, Fajar Sidik.

Fajar mengakui, pihaknya memang tidak bisa banyak membantu masyarakat di Riau yang terkena dampak karhutla. Akan tetapi, hal ini setidaknya bisa menjadi pemicu gerakan kepedulian yang sama.

“Sekaligus untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama, membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah,” jelas Fajar.

Lanjutnya, kegiatan ini pun sebagai bentuk rasa simpati dan empati terhadap masyarakat dan membangun sikap kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Pada dasarnya kegiatan ini merupkan gerakan peduli terhadap bencana kabut asap yang memang diselenggarakan dengan penuh kerja sama diantara kader-kader Mapala itu sendiri.

“Kabut asap yang terjadi di daerah Sumatra tepatnya di daerah Riau, membangunkan hati kita untuk senantiasa peduli dan tenggang rasa membantu sesama,” ujar dia.

Pihaknya berharap, dengan kegiatan tersebut, bisa ikut menggugah masyarakat lain untuk bersama-sama peduli kepada korban sekaligus menjaga serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Tentu dalam hal ini kita sebagai mahasiswa harus siap turun kejalan dan bergerak atas rasa kepedulian serta sebagai bukti bahwa memang implementasi dari Tridharma Perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat itu harus dikuatkan dan ditegakan,” tutupnya.(kim)