Pasar Cipanas Hasilkan Lima Ton Sampah per Hari

GIAT: Petugas kebersihan sedang membereskan sampah yang ada dalam truk, sebelum diangkut ke TPA. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Penanganan masalah sampah pasar tradisional sebetulnya tidak terlalu susah. Namun juga tidak sederhana. Untuk menangani masalah sampah pasar tradisional ini diperlukan kemauan yang kuat baik dari pemerintah daerah maupuan masyarakat setempat.

Koordinator keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan dan kenyamanan (K5) Pasar Cipanas, Cholid Mustafa mengatakan, penanganan sampah di Pasar Cipanas sejatinya tidak terlalu rumit.

Apalagi dengan adanya bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berupa satu unit truk pengangkut sampah.

“Alhamdulillah dengan adanya truk sampah di Pasar Cipanas ini, kami bisa lebih efisien. Bahkan sampai tidak ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Soalnya langsung tiap hari diangkut truk sampah,” kata Cholid.

Cholid menjelaskan, dalam penanganannya para petugas sampah yang ada di Pasar Cipanas ini berjumlah 23 orang. Dengan satu orang Kasatlak yang bertugas sebagai koordinator kebersihan di ruang lingkup kebersihan yang membawahi dua regu dan dipimpin komandan regu (Danru).

“Kami bereskan di setiap titik pasar oleh beberapa regu atau tim, sesuai wilayahnya masing-masing. Nantinya dikumpulkan dan dipusatkan di bak sampah hingga diangkut,” jelasnya.

Jika dilihat dari volume sampah sendiri, dikatakan Cholid, berkisar antara empat hingga lima ton perhari. Menurutnya, dari sampah tersebut, memiliki karakteristik yang khas. Volumenya besar, kadar air tinggi, serta mudah membusuk. Oleh karena itu pengelolaan sampah pasar perlu dilakukan secara tepat.

“Selain karakteristik sampahnya, di dalam pasar umumnya terletak pada area yang strategis. Sehingga keberhasilan pengelolaan sampah secara baik dan benar akan terasa oleh masyarakat dan lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Pihaknya berharap, dengan pengelolaan dan penanganan sampah secara baik, suatu pasar bisa terlihat rapi dan tidak membahayakan. Apalagi dengan musim penghujan seperti sekarang ini.

“Alhamdulillah untuk penanganan sekarang, kami bisa lebih baik. Hanya kedepannya, mudah-mudahan bisa dilakukan dengan metode lain, seperti penanganan dengan cara kompos atau lainnya,” tandasnya.

(dan)