Terdakwa Korupsi di Cianjur Kembalikan Uang Rp1 Miliar

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Uang sebesar Rp1 Miliar, telah dikembalikan ke negara oleh para terdakwa korupsi yang tengah ditangani Kejaksaan Negri (Kejari) Cianjur.

Dari tiga kasus tersebut pengembalian kerugian negara itu bervariatif, ada yang full mengganti kerugian, ada  yang setengahnya, bahkan ada juga yang baru mengembalikan 25 persen.

Seperti kasus terbaru dari tindak pidana korupsi penyalahgunaan bantuan siswa miskin yang melibatkan kepala SMKN 1 Cikalongkulon.

“Kemarin kami langsung setor ke rekening kas negara melalui bank BRI Cabang Cianjur Jalan dr Sucipto,” Kepala Seksi Pidana Khusus Tjut Fani didampingi Tim JPU Ema Siti Huzaemah Ahmad dan Mali Dian.

Ia mengatakan, uang yang disetor hanya 25 persen dari total kerugian negara sebesar Rp419.685.900, dalam kasus korupsi BSM SMKN 1 Cikalongkulon tahun anggaran 2015 tersebut.

“Jadi ada sisa kerugian negara sebesar Rp309.685.900 juta,” katanya.

Tim JPU, Ema Siti Huzaemah Ahmad mengatakan, yang menyerahkan penggantian uang negara adalah Munazir Sadri, selaku anak kandung dari terdakwa MAW (60).

“Ia didampingi oleh pengacara dan kami berangkat bersama menyetor ke kas negara kemarin,” kata Ema.

Ia mengatakan, pengembalian kerugian negata tidak menghapus kejahatan korupsi yang telah terbukti. Hal tersebut diatur dan ada di pasal 4 UU Tindak Pidana Korupsi.

“Jadi tergantung dari kesadaran masing masing terdakwa dan upaya dari tim JPU Kejaksaan. Sejauh ini dalam penanganan tindak pidana korupsi kami telah mengupayakan agar terdakwa mengembalikan kerugian negara, dari tiga kasus ada sekitar Rp 1 miliar yang telah disetor,” katanya.

(dil)