Menggugah Kepedulian Masyarakat terhadap Lingkungan Melalui World Clean Up Day

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Budaya gotong royong kini semakin memudar di tengah kemajuan zaman. Kagiatan yang dulu kerap dilakukan masyarakat itu kini jarang sekali terlihat. Padahal, hal itu bukan hanya memicu kesadaran dan tanggungjawab bersama terkait kebersihan lingkungan sekitar. Tapi juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan.

LAPORAN: Dadan Suherman, CIPANAS

Dalam rangka memperingati World Clean Up Day yang jatuh pada Sabtu 21 September 2019, ratusan peserta yang terdiri dari 40-an jejaring lintas komunitas bergabung dengan masyarakat Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, mengikuti kerja bakti massal di jalan Taman Makam Pahlawan (TMP) Cipanas, Minggu (22/9).

Ketua Pelaksana World Clean Up Day, wilayah Cianjur yang juga Executive Vice President Junior Chamber International Chapter Cianjur, Ihsan Waluyo mengatakan, gerakan ini bertujuan membangkitkan kembali semangat gotong royong dan cinta lingkungan yang hari-hari ini mulai pudar di masyarakat.

World Clean Up Day kali ini dilakukan serentak oleh lebih dari 150 negara di dunia dan menargetkan partisipasi lima persen dari populasi dunia atau sekitar 380 juta orang terlibat untuk bersih-bersih sampah di lingkungan sekitar selama satu hari.

“Alhamdulillah acara kali ini semakin meriah. Mudah-mudahan terus dilaksanakan, dan bisa bermanfaat,” ujarnya.

Ihsan mengatakan, ratusan peserta menunjukkan antusiasmenya dengan berkontribusi dalam mengumpulkan sampah di jalan-jalan, bahkan di selokan pada gerakan pemungutan sampah global ini.

“Tak ada yang membedakan semuanya terjun melakukan aksi sosial itu,” tambahnya.

Ia menyebut, dari aksi tersebut terkumpul sampah organik sebanyak 800 kilogram dan sampah non organik sebanyak 750 kilogram.

Dengan begitu, pihaknya berharap kegiatan bersih-bersih lingkungan memberikan efek panjang terhadap kesadaran masyarakat khususnya sekitar Cipanas umumnya Cianjur.

“Permasalahan sampah adalah tanggung jawab setiap orang. Untuk itu kita semua harus bersama-sama dalam mengatasinya. Jadi bukan hanya kegiatan seremoni hari ini saja, tapi membekas dan menjadi kegiatan rutinitas warga,” kata Ihsan.

Disisi lain, Penggerak Panti Asuhan Sampah, Riki yang juga terlibat dalam gerakan ini menuturkan, bahwa kerja bakti merupakan sebuah kegiatan rutinitas di wilayah kampungnya sebagai ajang bersilaturahmi antar warga.

Rangkaian kegiatan ini selain gerakan bersih sampah juga dilakukan launching program panti asuhan sampah dan ikrar lingkungan hidup lintas komunitas sebagai wujud keseriusan menanggulangi permasalahan sampah yang berkelanjutan.

“Hal ini sebagai bukti keseriusan masyarakat dalam gerakan penyelamatan lingkungan. Khususnya yang ada di lingkungan terdekat,” kata Riki.(**)