Pariwisata Cianjur Perlu Promosi

DIRANGKUL: Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur mulai menggandeng berbagai elemen pariwisata untuk mempromosikan Cianjur. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Destinasi pariwisata di Kabupaten Cianjur memang sangat berpotensi untuk dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah serta mancanegara. Potensi wisata yang tersebar itu tentunya membutuhkan promosi dan juga pengenalan terhadap para pelancong melalui agen wisata maupun pemandu wisata.

Saat ini, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur mulai melakukan trobosan agar Kabupaten Cianjur bisa menjadi pilihan tempat wisata bagi pelancong.

Bertempat di Hotel Grand Bydiel, Disparpora Kabupaten Cianjur mengundang para pelaku usaha pariwisata dari mulai Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Cianjur, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur, Asosiasi Travel Indonesia (Asita) Cianjur, Pol PP Pariwisata, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dan Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar).

“Jadi kegiatan ini adalah sebagai bentuk menggenjot pariwisata di Kabupaten Cianjur, sehingga wisatawan tidak kebingungan ketika berlibur kesini (Cianjur, red) dan juga bisa membantu promosikan,” ujar Kabid Pemasaran Pariwisata Disparpora, Enung Sri Hayati, Kemarin (23/9).

Harapannya, para pemandu dan travel di Cianjur turut membantu mempromosikan pariwisata Cianjur. Pasalnya, beberapa travel tidak melakukan promosi wisata mengenai Cianjur.

Sehingga nantinya dengan adanya kegiatan ini, bisa tercipta sinergitas untuk bersama-sama mendorong pariwisata di Kota Tauco ini.

“Nantinya para pelaku pariwisata baik itu pemandu maupun agen travel dapat mempromosikan Cianjur sebagai salah satu destinasi wisata, sehingga bukan hanya daerah lain saja,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BPPD Kabupaten Cianjur, Pupu Saripudin mengatakan, kegiatan ini sangat bagus dalam mensinergikan permasalahan mengenai pariwisata.

Sehingga dengan berkumpulnya para pelaku pariwisata bisa ikut terlibat dan akan menjadi salah satu pendorong untuk memajukan destinasi wisatanya.

“Kegiatan ini harus dilaksanakan, karena Cianjur ini perlu dikenal dengan melakukan sinergi dengan pihak-pihak lain. Sehingga tidak hanya satu pihak saja, dari masyarakat hingga beragam pelaku pariwisata,” ungkapnya.

Lanjutnya, Cianjur memiliki potensi wisata yang bisa disandingkan dengan daerah lain. Hanya saja, perlu kemasan yang menarik untuk menarik wisatawan.

Walaupun wisata lainnya sudah banyak dikenal, tapi beberapa wisata baru perlu dikemas sedemikian rupa untuk dipromosikan.

Yang harus dikedepankan mengenai Kabupaten Cianjur, katanya, seperti pilar Maos, Mamaos dan Maenpo. Sehingga pengemasan tidak hanya wisata, tapi budaya pun menjadi pengemasannya.

“Kalau alasan klasik tidak ada kata terlambat ya untuk kegiatan ini, seperti kita ketahui kan Cianjur itu dikenal dengan Kota Santrinya dan Taucho juga, kenapa itu tidak diangkat dari dulu. Ini jika dikemas secara baik, berbagai elemen pasti akan mendukung,” tutupnya.

(kim)