Begini Sosok Asep Roni Warga Takokak yang Ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Bersama Istrinya

KAGET: Kedua orang tua terduga teroris Rosid dan Nurjanah, yaitu Rosid (45) dikediamannya di Kampung Sirnasari RT 006/ 006, Desa Cisujen, Kecamatan Takokak. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Asep Roni, warga Desa Cisujen, Kecamatan Takokak, menjadi salah satu satu dari sembilan terduga teroris yang ditangkap Tin Densus 88 Antiteror di Bekasi dan Jakarta. Ia ditangkap bersama istrinya, Sutiyah. Warga pun tak menyangka bahwa pemuda itu disebut-sebut menjadi bagian dari jaringan teroris Jamaah Ansarut Daulah (JAD).

LAPORAN: Fadil Munajat, TAKOKAK

Kepala Desa Cisujen, Kecamatan Takokak, Dadan mengaku kaget atas penangkapan Asep Roni (21) beserta istrinya Sutiyah (21) oleh Tim Densus 88 Antiteror karena diduga sebagai bagian dari jaringan teroris.

Dadan memgatakan, di desanya, Asep Roni dikenal sebagai pemuda yang baik. Namun ia jarang bergaul dengan pemuda seusinya.

“Setahu saya Asep Roni tak pernah terlihat gaul apalagi nongkrong bersama pemuda lainya,” katanya, Selasa (24/9).

Menurut Dadan, sejak kecil Asep Roni tergolong sebagai anak yang patuh pada kedua orang tuanya, ia lebih memilih memanfaatkan waktu senggangnya untuk membantu orangtuanya di kebun.

“Sering saya lihat kalau libur sekolah ia di kebun bersama orangtuanya,” ujar Dadan.

Dadan mengatakan, setelah lulus dari SMP PGRI Takokak, Asep Roni pergi kerja ke Bandung dengan harapan dapat membantu perekonomian kedua orangtuanya.

“Memang rata-rata anak-anak disini setelah lulus kuliah pergi kerja keluar kota, mungkin yang namanya orang kampung jika bekerja di kota itu selain dapat membantu orang tua juga ada kebangaan,” katanya.

Menurut Dadan, sekitar satu bulan yang lalu Asep Roni pernah datang untuk mengurus NA, namun pada NA tidak dicantumkan alamat jelas calon istrinya.

“Ia datang bersama calon istrinya, tapi saya belum sempat menanyakan alamat jelas calon istrinya,”ujar Dadan.

Dadan mengatakan, sejak Asep Roni menikah, dirinya belum pernah ketemu lagi dengan Asep Roni, dan ia mengaku meresa terkejut setelah mendengar kabar bahwa Asep Roni beserta istrinya ditangkap Densus 88.

“Mendengar kabar itu saya merasa percaya dan tak percaya,” katanya.

Menurut Dadan, keadaan orang tua Asep Roni memang tergolong sebagai masyarakat yang keadaan ekonominya lemah, sehingga untuk membesuk Asep Roni ke Jakarta ia tidak mempunyai biaya transportasi.

“Kemarin saya ketemu dengan Rosid (orang tua Asep Roni) ia mengeluh katanya ingin ke Jakarta membesuk anaknya tapi tak punya ongkos,”ujar Dadan.

Menyikapi hal itu aparatur Desa Cisijen akan melakukan pembahasan terkait biaya transportasi dan akomidasi untuk membesuk Asep Roni ke Jakarta.

“Nanati akan saya bahas dulu dengan staf untuk biayanya, dan jika biaya sudah ada akan kami serahkan kepada orang tua Asep Roni agar mereka bisa pergi ke Jakarta untuk besuk anaknya,” pungkasnya.(**)