Pariwisata Cianjur Mendunia

Koordinator Juru Kunci Gunung Padang, Nanang Sukmana tengah pose bersama Wisatawan asal benua Eropa. Foto : Rizky/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kabupaten Cianjur miliki segudang potensi wisata. Tak heran jika daerah yang dikenal sebagai Kota Maenpo ini, menjadi bidikan wisatawan domestik dan mancanegara. Dalam setahun, ada dua momentum wisatawan Timur Tengah padati Cipanas, Cianjur. Musim liburan sekolah dan musim ibadah haji.
Keindahan alam di Cibodas dan aneka kuliner arab di Cipanas menjadi pemicu turis arab.

Waduk Jangari di Timur Cianjur pun jadi kampung arab dadakan. Pasalnya, gersangnya negara Timur Tengah membuat mereka dambakan spot wisata pegunungan. Hal itu dikemukakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Cianjur, Nano Indrapraja. Menurutnya, nama Cianjur sudah mendunia. Keindahannya, tidak asing lagi di bagi wisatawan pecinta kayu gaharu itu.

“Okupansi hotel di Cianjur naik ketika musim arab. Cianjur memiliki daya tarik luar biasa bagi mereka. Data turis mancanegara yang memadati hotel di Cianjur mayoritas dari Timur Tengah. Selain itu, Situs Gunung Padang juga mampu menarik wisatawan asal Eropa. Mereka rata rata takjub dengan sejarah Gunung Padang. Intinya, banyak potensi wisata di Cianjur,” ujar tokoh yang sering menjadi pembicara di berbagai seminar pariwisata ini.

Senada dengan Nano, Koordinator Juru Kunci Gunung Padang, Nana Sukmana menegaskan, sejarah Situs Gunung Padang sebagai tempat perabadan manusia dari berbagai benua, membuat nama Cianjur masyhur di kalangan peneliti luar negeri. Terlebih, lanjut dia Gunung Padang pernah dibahas dan dipromosikan oleh Forum Sains Dunia. Nanang juga menjelaskan, setiap harinya selalu ada saja turis asing secara personal atau grup berkunjung ke peninggalan pra sejarah itu.

Koordinator Juru Kunci Gunung Padang, Nanang Sukmana tengah pose bersama Wisatawan asal benua Eropa. Foto : Rizky/Radar Cianjur

“Fantastisnya, Gunung Padang ini tidak main main. Ada Fakta dari hasil riset Arkeolog Dunia yang menjelaskan bahwa usia Gunung Padang ini sebenarnya lebih tua dari Piramida Gisa di Mesir atau Mesopotamia di Yunani. Karenanya banyak turis asing yang penasaran dengan Gunung Padang,” tuturnya.

Sementara itu, Traveloka sebagai pentolan platform traveling terbesar di Indonesia, memaparkan potensi pariwisata tang besar di Cianjur itu, semestinya digarap dan dipromosikan lebih sistematik lagi. Hal itu ditegaskan Willy Sakareza selaku Product Manager Traveloka. Menurutnya, klien lokal yang menggunakan aplikasi Traveloka lebih dominan wisata ke Sukabumi ketimbang ke Cianjur, padahal potensi pariwisata di Cianjur tidak kalah menarik. Sayang jika hanya dikagumi wisatawan mancanegara namun kurang diminati turis domestik.

(rzy)