Diduga Akan Ikut Demo ke Jakarta, Ratusan Pelajar Diamankan Polres Cianjur

Ratusan siswa dari sejumlah SMK di Cianjur, Jawa Barat, diamankan di Mapolres Cianjur, karena akan berangkat ke Jakarta untuk bergabung bersama dengan siswa lainnya mendukung aksi unjuk rasa mahasiswa, Kamis (26/9). Foto: Ahmad Fikri/JPNN.com

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 121 pelajar SMK Cianjur harus diamankan petugas kepolisian, Kamis (26/9) siang. Ratusan pelajar itu diketahui hendak bertolak ke Jakarta saat tengah berkumpul di Terminal Pasirhayam.

Ratusan pelajar tersebut tampak mengenakan batik dan sebagian lainya mengenakan seragam putih abu. Sebelum diamankan di Mapolres Cianjur, mereka sempat diamankan di Polsek Cilaku. Semuanya diangkut ke dalam dua unit truk dalmas dan satu unit bus. Saat turun dari truk dalmas, nampak dari ratusan pelajar itu seorang perempuan.

Seorang pelajar Hasanudin mengatakan, dirinya beserta teman lainnya diamankan pihak kepolisian di Terminal Pasirhayam saat sedang menunggu kawan-kawan lainnya kumpul. “Saat diamankan, teman-teman kami belum kumpul semua, tapi dari perwakilan tiap sekolah sudah ada,” katanya.

BACA JUGA : Usai Mahasiswa, Gilirian Pelajar Gelar Aksi di Depan DPR

Ia menjelaskan, informasi rencana mengikuti aksi demo di Jakarta didapat dari grup facebook dan whatsapp. “Nama grupnya STM Allstar Cianjur. Di grup itu dibahas perencanaan berangkat mengikuti aksi di Jakarta. Kami janjian berangkat ke Jakarta dengan titik kumpul di Terminal Pasirhayam,” ungkapnya.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andri Priyanto mengatakan, pengamanan terhadap pelajar tersebut berawal dari adanya laporan dari jajaran Polsek Cilaku, bahwa ada sekelompok pelajar asal Cianjur yang akan berangkat ke Jakarta. “Kami mendapat informasi bawa ada adik-adik kita yang mau pergi ke Jakarta dengan menggunakan truk mau menyampaikan aspirasi,” tuturnya.

Menurutnya, setelah diamankan di Mapolres Cianjur, ratusan siswa itu diberi pengarahan, dan makan siang. “Kami menyarankan agar para pelajar ini tidak menyampaikan aspirasi di Jakarta, cukup di sini saja. Takutnya nanti terjadi apa-apa pada mereka. Apalagi mereka tidak tau apa-apa hanya ikut-ikutan pingin ke Jakarta,” pungkas Kapolres.

AKBP Juang mengatakan, setelah diberi pengarahan di Mapolres Cianjur, pihak kepolisian langsung menghubungi guru dan orangtuanya.

“Tentu mereka akan dipulangkan dengan dijemput oleh orangtuanya,” ulasnya.(dil)