Ibu Terduga Teroris di Cianjur Melemah

KAGET: Kedua orang tua terduga teroris Rosid dan Nurjanah, yaitu Rosid (45) dikediamannya di Kampung Sirnasari RT 006/ 006, Desa Cisujen, Kecamatan Takokak. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com -Ibunda Asep Roni (21), terduga teroris asa Takokak, Nurjanah (43), sepertinya belum merelakan anak pertamanya harus berurusan dengan Tim Densus 88 Antiteror.

Diketahui sebelumnya, Asep Roni (21) beserta istrinya Sutiyah (19) dirungkus Tim Desnus 88 Antiteror, di Perumahan Alamanda Regency, Blok N, Jalan Nirwana II, Kelurahan Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Bekasi, pada (23/9) sekira pukul 07.05 WIB.

Pasutri itu diamankan karena diduga terlibat dalam kepemilikan bahan peledak H202 dan serbuk TATP serta jaringan teroris Jamaah Ansarut Daulah (JAD).

Penagkapan pasangan Asep Roni dan Sutiyah hasil dari pengembangan penangkapan tersangka Tedjo Hadi Broto terkait perencanaan Idad dan aksi teror bersama kelompoknya.

Pasca mendengar kabar tersebut, Nurnajanah sering sakit-sakitan. Ia sekan tak percaya jika anak lelaki satu-satunya itu merupakan bagian dari kelompok teroris.

“Tangtos janten emutan pak, tapi da atuh kedah kumaha deui tos nasibna kitu panginten. (Tentu jadi pikiran pak, tapi mau bagaimana lagi, itu sudah takdir),” kata Nurnjanah, Rabu (25/9).

Nurjanah yang mempunyai riwayat penyakit jantung ini mengatakan, setelah memgetahui kabar anaknya diamankan oleh Densus 88 kondisinya makin ngedrop. Terlebih saat ini ia ingin menjenguk anaknya di tahanan namun tak mempunyai biaya untuk pergi menemui Asep Roni.

“Duh bujeng-bujeng midamel padamelan anu sadidinten, awak oge asa ngadaregdeg wae. Bade kumaha-kumaha oge, tetep da indung mah nyaah ka anak, hate mah ieu teh tos aya diditu caket sareng anjeuna, (Tidak menjalankan aktifitas sehari-hari, badan terasa bergetar terus, yang namanya tentu punya rasa sayang pada anaknya, hati ini terasa sudah dekat dengan Asep Roni),” ujar Nurnjanah.

Kepala Satuan Keamanan Dan Ketertiban Desa Cisujen, Kecamatan Takokak mengatakan, setiap hari dirinya beserta ketua RT 006/006, Kampung Sirnasari selalu mengunjungi rumah Nurnajah.

Hal itu dilakukan memgingat kondisi Nurnajah sangat lemah dan mempunyai riwayat sakit jantung.

“Setiap hari Nurjanah selalu pingsan, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, makanya kami mondar-mandir ke rumah Nurjanah,” katanya.

(dil)