Makin Berani, Calo e-KTP dan KK ‘Jualan’ di Medsos

SEMAKIN BERANI: Calo di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) tak ragu-ragu menawarkan jasa pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (KTP el) di Medsos. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Praktik percaloan dan hubungan dengan orang internal dalam pengurusan surat dan dokumen negara memang sudah menjadi rahasia umum. Namun yang cukup mengejutkan, praktik percaloan tersebut kini bahkan makin berani dan terang-terangan.

Seperti yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial Facebook berbarapa hari terakhir ini. Ada sejumlah pemilik akun yang terang-terangan menawarkan jasa pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Bahkan, si pemilik akun juga menerima pengurusan kartu keluarga (KK) sampai akta kelahiran anak.

Berdasarkan penelusuran Radar Cianjur, ditemukan dua akun yang menawarkan jasa pengurusan dokumen nagara itu. Yakni Yadi Lubis dan Dini Sri Mahdini.

Dikonfirmasi terkait hal teresbut, Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Dundi Syahron Fajar mengaku tidak mengetahuinya.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan calo dalam setip pengurusan surat atau dokumen negara lainnya.

“Kita imbau masyarakat jangan seperti itu (lewat calo) lah. Karena sebetulnya blanko (e-KTP) itu tidak ada, belum ada kiriman dari pusat,” katanya, Rabu (25/9).

Terkait adanya keterlibatan orang dalam dalam praktik calo dimaksud, Dundi enggan berkomentar banyak. Hanya saja, pihaknya berjanji akan menelusuri jika memang ada pegawai Disdukcapil yang terlibat dalam praktik percaloan.

“Kalau memang mereka meyakinkan, ke siapa (oknum Disdukcapil) di dalem. Nanti kami koordinasi dulu dengan kepala dinas untuk tindak lanjutnya,” tuturnya.

Sementara, Sarifudin, seorang warga Cugenang menyatakan, dirinya pernah mencoba menggunakan jasa calo saat mengurus e-KTP dan sempat berkomunikasi dengan seseorang yang mengaku bisa membantunya.

“Waktu itu saya mau ngurus e-KTP sama KK. Itu diminta masing-masing Rp500 ribu,” bebernya kepada Radar Cianjur.

Sarifudin melanjutkan, dirinya juga sempat menanyakan ketersediaan blanko e-KTP di Disdukcapil Cianjur yang sepengetahuannya memang tidak tersedia alias habis.

“Tapi calo itu bilang ada. Malah dia jamin bisa ngurusin. Tapi ya itu tadi bayarnya mahal,” imbuhnya.

Lantaran harga yang dipatok terlalu mahal, dirinya akhirnya memilih untuk mengurungkan niatnya membuat e-KTP dan KK dan menunggu di lain waktu walaupun ia sangat membutuhkannya.

“Sebenarnya butuh, tapi ya mending uangnya disimpan saja daripada keluar banyak cuma buat e-KTP dan KK,” ucapnya.

Di sisi lain, salah seorang pria yang mengaku bisa menguruskan surat administasi kependudukan di Disdukcapil menjamin semua dokumen adalah asli dan dikeluarkan Disdukcapil Cianjur.

“Asli semua, itu yang ngeluarin juga dari orang dalam (Disdukcapil),” beber pria yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan itu.

Pria tersebut juga menyebutkan bahwa dirinya memasang tarif Rp100 ribu sampai Rp200 ribu untuk membantu menguruskan dokumen negara tersebut. Itupun tidak semua masuk ke kantong pribadinya sendiri.

“Ya dibagi dua sama orang dalam. Bukan untuk saya semua,” ungkapnya.

Ia menyatakan, sudah sejak lama dirinya bekerjasama dengan orang dalam Disdukcapil tiap kali membantu orang lain mengurus administrasi kependudukan. Karena itu, dirinya tak mau disalahkan sendiri.

“Gak mungkin saya bisa jalan kan kalau tidak ada orang dalam. Jadi saya gak mau disalahkan sendiri,” tegasnya.

(kim)