Demo ke Jakarta Sudah Direncanakan Lewat Grup Facebook STM Allstar Cianjur

Ratusan siswa dari sejumlah SMK di Cianjur, Jawa Barat, diamankan di Mapolres Cianjur, karena akan berangkat ke Jakarta untuk bergabung bersama dengan siswa lainnya mendukung aksi unjuk rasa mahasiswa, Kamis (26/9). Foto: Ahmad Fikri/JPNN.com

RADARCIANJUR.com – Mereka tidak asal kumpul. Sudah terjadi proses ‘kesepakatan’ untuk bertemu di titik Terminal Pasirhayam. Semuanya sudah direncanakan di grup media sosial (medsos) Facebook, STM Allstars Cianjur (Texas 1324, AMS 37, STEKMAL 976, AOET 07 dan NAZIE 102).

Nama sekolah yang tertera di nama grup tersebut ternyata hanya inisial maupun sebutan saja seperti Texas 1324 (SMK Progresia), AMS 37 (SMK Siliwangi), AOET 07 (SMK PGRI 3 Otomotif Cianjur), Nazie 102 (SMKN 1 Cilaku) dan Stekmal 976 (SMK Ar Rahmah Cianjur).

“Nama grupnya STM Allstar Cianjur. Di grup itu dibahas perencanaan berangkat mengikuti aksi di Jakarta. Kami janjian berangkat ke Jakarta dengan titik kumpul di Terminal Pasirhayam,” ujar salah satu pelajar yang diamankan petugas di Mapolres Cianjur bernama Hasanudin.

BACA JUGA : Diduga Akan Ikut Demo ke Jakarta, Ratusan Pelajar Diamankan Polres Cianjur

Pada foto sampul grup tersebut, tertera berbagai logo sekolah yang tergabung di dalamnya. Grup yang dibuat sejak tanggal 14 Januari 2014 itu sudah memiliki anggota sebanyak 30.328 akun. Ada dua admin yang mengurus grup itu dengan nama akun tertulis huruf Jepang

Pada deskripsi grup tertera kata-kata yang relatif keras. ‘Tempat debat terus mulai naik darah, lalu ketemuan untuk gelar maupun duel dan terjadilah kematian sia-sia, hahahaha’.

Nama grup tersebut sebelumnya sudah diganti pada tanggal 16 April 2017. Dari grup inilah semua informasi dapat dibagikan seperti postingan-postingan. Grup ini terlihat aktif dan masih menambah anggota dalam sebulan terakhir.

Namun, untuk bergabung dengan grup ini tidak semudah pada grup umumnya. Bagi yang ingin bergabung akan mendapatkan pertanyaan terlebih dahulu. Pengguna akun Facebook akan diberikan pertanyaan mengenai asal sekolah dengan tulisan huruf yang tebal yakni “STM mana lu?”.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pengembangan serta tindaklanjut untuk mendalami grup tersebut. Itu dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Akan kita tindaklanjuti untuk mendalami grup tersebut bersama dengan reserse,” ujarnya, kemarin.

Dengan kejadian kemarin, pihaknya mulai mencoba berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk meredam dan menciptakan kondusivitas di Kabupaten Cianjur. Komunikasi tersebut meliputi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga turut serta mengajak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur agar bersama-sama mencari solusi terbaik.

Bukan hanya itu, kepada semua pihak pun turut membantu dengan adanya peristiwa ini dari mulai orangtua agar tetap memantau aktivitas anak-anak dan memberikan pemahaman agar tidak mudah termakan info yang belum jelas atau hoaks. “Saya berpesan kepada orang tua agar memantau kegiatan anak-anaknya dan ade-ade kita jangan sampai percaya terhadap isu hoaks. Langkah kita pun secara persuasif melaui hati ke hati dan kita ajak bicara baik-baik agar mereka mau terbuka kepada kita,” tuturnya.

(kim)