Banyak Angkum Belum Bayar Iuran Wajib Kendaraan Bermotor

Petugas gabungan sedang melaksakan operasi gabungan. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Penaggungjawab Jasaraharja Samsat Kabupaten Cianjur Andri Muliyana mengungkap, saat ini masih banyak angkutan umum yang belum membayar iuran wajib kendaraan bermotor umum.

Sejumlah angkutan umum diantaranya, terjaring dalam operasi gabungan dan diwajibkan membayar pajar sekaligus iuran wajib kendaran bermotor umum.

Sayangnya, tak sedikit pula diantara pemilik angkutan umum yang mengelak dengan berbagai alasan. Salah satunya karena sepinya penumpang.

“Alasanya mereka telat bayar iuran macam-macam. Ada yang bilang belum beroperasi, juga ada yang mengatakan karena penumpang sepi,” katanya.

Akan tetapi, alasan para pemilik angkutan umum itu sejatinya sangat tidak tepat. Pasalnya, pembayaran iuran wajib kendaran bermotor umum itu sudah menjadi ketentuan dan bersifat wajib.

“Iuran wajib itu juga menjadi asuransi untuk penumpang. Jadi setiap penumpang membayar tarif yang sudah ditentukan, itu sudah termasuk asurasi,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya menegaskan, Beragam hal yang disampaikan para pemilik angkutan umum terkait iuran wajib itu hanya untuk mencari-cari alasan saja.

“Sebetulnya untuk iuran wajib kendaran bermotor umum itu sudah dilakukan oleh penumpang. Dari tarif itu, Rp50 adalah untuk membayar iuran wajib,” bebernya.

Akan tetapi, pembayaran iuran wajib itu tidak harus dibayarkan setiap hari. Melainkan dibayarkan sekali dalam setiap tahunnya.

“Karena jumlah penumpang umum per harinya tidak menentu maka pembayaranya dipukul rata sejumlah Rp 240 ribu setiap tahun,” pungas Andri.

Sementara, hingga berakhirnya operasi gabungan triwulan ke tiga, Bapenda Cianjur mencatat ada 4.141 kendaran yang belum bayar pajak.

Kepala Seksi Penerimaan dan Penagihan Bapenda Cianjur, Mohamad Zaki Abbas mengatakan, rincian kendaran yang nunggak pajak diantaranya, 741 sedan, jeep serta minibus, 43 bus serta microbus, 169 truk light serta truk pickup, dan 3215 sepeda motor.

Sementara untuk kendaraan yang sudah bayar pajak diantaranya 316 sedan, jeep serta minibus, 15 bus serta microbus, 58 truk light serta truk pickup, dan 928 sepeda motor.

“Ada juga sepuluh sepeda motor milik Pemerintah Kabupaten Cianjur yang telat bayar pajak. Namun saat terjaring razia pengendaranya bayar pajak di tempat,” kata Zaki.

Zaki mengatakan, saat dilaksanakanya operasi gabungan yang dimulai sejak 16 hingga 26 September lalu, sekitar 400 kendaran yang menunggak pajak terjaring operasi.

“Sebagian besar kendaran roda dua dari jumlah 400 itu,” kata Zaki.(dil)