Mayat Kepala Terpisah dari Badan di Sukanagara Ternyata Korban Pembunuhan

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Polisi memastikan bahwa sesosok mayat tak dikenal dengan kondisi tubuh telah terpisah antara kepala dan badan yang ditemukan di sebuah tebing di Kampung Sukarajin RT 001/008 Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kamis (26/9) kemarin adalah korban pembunuhan.

Mayat korban kali pertama ditemukan warga sekitar pukul 14.00 WIB. Saat ditemukan, kondisi mayat cukup mengenaskan dan sudah membusuk.

Kapolsek Sukanagara, AKP Cahyadi mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan visum et repertum mayat bagian luar oleh tim forensik RSUD Cianjur, ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada mayat yang sudah membusuk itu.

“Saat ditemukan, usus korban sudah berantakan. Sedangkan pada bahu lengan kanan dan pada kaos yang dipakai korban terdapat bercak darah, diduga sebelumnya mendapat tindakan kekerasan,” ungkap Cahyadi, Jumat (27/9).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, mayat tersebut berjenis kelamin dan diperkirakan berusia kurang lebih 40 tahun. Korban juga diketahui berciri rambut sedang agak ikal.

Saat ditemukan, korban memakai celana jeans warna abu-abu merk Cardinal dengan celana dalam warna coklat bahan parasit. “Juga ditemukan kotoran dalam celana korban,” tuturnya.

Selain itu, korban juga memakai ikat pinggang warna hitam, kaos warna hitam motif enjoy 1981 dengan jaket kulit warna hitam merk Gasper. Korban juga memakai sepatu kulit warna hitam merk Gats no 41.

Di dalam saku celana korban juga ditemukan uang total Rp1.364.000 dengan pecahan Rp2.000 sampai Rp100.000. “Tidak ada kartu identitas. Sayangnya tim forensik kesulitan untuk melakukan identifikasi sisik jari karena bagian jari korban telah busuk,” terangnya.

Cahyadi mengatakan mayat tersebut diduga meninggal dunia sekitar satu minggu ke belakang. “Untuk hasil lebih jelas menunggu dilakukannya autopsi lebih lanjut,” katanya.

Saat in, pihakya tengah mengumpulkan bukti-bukti. Baik dari tempat mayat itu ditemukan maupun mengumpulkan keterangan saksi-saksi, termasuk warga yang kali pertama menemukannya.

“Untuk kasusnya masih kami dalami. Tiga orang saksi sudah dimintai keterangan,” pungkasnya.

(dil)