10 Kecamatan di Cianjur Alami Kekeringan

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Ada 10 kecamatan di Kabupaten Cianjur yang di musim kemarau tahun ini mengalami kekeringan cukup parah. Yakni Kecamatan Sindangbarang, Cidaun, Agrabinta, Cibeber, Warungkondang, Mande, Cikalong Kulon, Haurwangi, Bojongpicung dan Ciranjang.

Sayangnya, tidak semua wilayah tersebut mendapat supli air bersih dari PDAM Tirta Mukti dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur.

“Masih banyak wilayah-wilayah yang belum terdistribusi air bersih, karena masalah jarak dan terbatasnya kendaran yang ada,” kata Dirut PDAM Tirta Mukti Budi Karyawan, Jumat (27/9).

Saat ini, PDAM Tirta Mukti hanya memiliki lima kedaraan. Itu juga tidak semuanya bisa beroperasi. Pasalnya, dari lima unit truk tangki, satu diantaranya sedang dilakukan perbaikan.

“Jadi kita belum bisa memenuhi semuanya. Sekarang masih antri masyarakat yang memerlukan air bersih melalui pengajuan BPBD,” ujarnya.

Budi menangatakan, dari beberapa daerah yang mengalami kekeringan, Kecamatan Cibeber dinilai daerah yang paling parah terkena dampak kekeringan.

“Yang dekat dari kota Cianjur, terparah adalah Kecamatan Cibeber, karena di Kecamatan Cibeber selain terjadinya kemarau panjang, juga bendungan yang selama ini menjadi pemasok air jebol. Jadi untuk daerah yang dekat kota kita fokus mendistribusikan air ke Kecamatan Cibeber,” katanya.

Budi menyampaikan, bagi masyarakat yang memerlukan distribusi air bersih dari PDAM, cukup melakukan pengajuan kepada BPBD. Selanjutnya BPBD yang akan menunjuk PDAM untuk distribusinya.

“Insyaalah selama ada pengajuan akan kami layani, karena musim kemarau ini tak mempengaruhi debit air di mata air milik PDAM Tirta Mukti,” katanya.

Saat ini, pasokan air didapat dari beberapa mata air. Di antaranya mata air di Cirumput, Cilembang, Salakawung, Rancagoong dan ditambah dengan beberapa sumur yang ada.

“Untuk yang di Cirumput saja debit airnya 400 liter per detik, dan rata-rata satu pelanggan hanya memakai 150 liter per hari,” pungkasnya.(dil)