Bawaslu Siapkan Kader Pengawasan Pilkada

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 83 orang perwakilan dari 27 kota/kabupaten se-Jawa barat mengikuti sekolah kader pengawasan partisipatif yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat, di salah satu wisma Cipanas.

Kegiatan yang didukung Bawaslu Cianjur tersebut dilaksanakan selama satu pekan, yang dimulai sejak Senin hingga Minggu (23-29/9) kemarin.

Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Hubungan Lembaga (Humas Hubal) Bawaslu Jawa Barat, Lolly Suhenty mengatakan, sekolah kader pengawasan partisipatif ini tujuannya adalah untuk semakin menumbuhkan kesadaran partisipasi dalam melakukan pengawasan di lingkungan masyarakat.

Dari delapan kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada 2020 mendatang, lanjut Lolly, memang akan menjadi area untuk memastikan apakah kader ini bisa melakukan kerjanya dengan baik yang kemudian menemukan arena untuk mempraktikkan langsung setelah selesai sekolah itu.

Tapi bagi 19 kota/kabupaten yang tidak melaksanakan pilkada, menurut Lolly, bukan berarti tidak melakukan pengawasan. Justru mereka bisa berkontribusi misalnya bergabung untuk melakukan pemantauan di kota/kabupaten lainnya.

“Jadi sesungguhnya kami itu berharap kader pengawasan partisipatif yang sudah ada ini akan menularkan kesadaran kritisnya nanti dan pengawasan ke semakin banyak orang,” terang Lolly kepada Radar Cianjur, Minggu (29/9).

Adapun materi yang disampaikan Bawaslu Jabar itu lebih bersifat komprehensif. Lolly menjelaskan, yang paling pertama seorang kader pengawasan itu mesti memiliki karakter.

Hal tersebut telah diungkapkan lebih awal dalam materi sekolah kemarin. Kemudian juga harus memiliki jiwa kerelawanan, kepemimpinan, jiwa berintegritas serta adil gender.

Kemudian, lanjut Lolly adalah soal sejarah pengawasan. Materi itu disampaikan agar kader tersebut lebih melek terhadap sistem politik, sistem kepartaian, kepemiluan dan juga kepengorganisasian, komunikasi, bahkan analisa sosial.

“Jadi hasil sekolah tersebut mereka bisa langsung terjun ke lapangan serta bisa bergabung dengan mitra Bawaslu. Alhamdulillah semua unsur tersebut bisa memberikan keleluasaan kader kami untuk sama-sama memotret bagaimana pengawasan partisipatif nanti,” paparnya.

Pihaknya berharap, Pilkada 2020 mendatang, semakin banyak mata dan telinga yang mengawasi. Dengan begitu, maka akan semakin memudahkan pengawasan serta bisa meminimalisir terjadinya pelanggaran dalam proses pilkada.

Sementara itu, perwakilan kader pengawasan partisipatif asal Garut, Sindy Aditya Ningsih mengatakan, dari awal sampai akhir kegiatan sekolah berjalan lancar dan sukses.

Bagi para kader, kegiatan itu merupakan suatu pembelajaran ke depan untuk bisa ikut berpartisipasi dalam pengawasan pilkada, demi tegaknya demokrasi yang lebih sehat.

“Kami berharap bisa ikut andil dalam bersama-sama mengawasi tahapan-tahapan pemilu di kemudian hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah membangun Rencana Tindak Lanjut (RTL) kemarin, yang ke depannya bersama Bawaslu kota/kabupaten masing-masing akan melakukan gerakan berupa kegiatan-kegiatan sosialisasi terkait pengawasan partisipatif.

“Intinya kami selalu kader sangat menyambut baik. Serta bisa menjadi bagian dari pengawasan partisipatif Bawaslu,” tukasnya.(dan)