Bunuh Bayi Sendiri, Ini Pengakuan YN

BUNUH BAYI: Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto dan jajaranya saat jumpres pengungkapan pembunuhan bayi oleh ibunya sendiri yang juga tersangka YN (tengah) di Mapolres Cianjur, Minggu (29/9).

RADARCIANJUR.com – YN (20) tega menghabisi nyawa bayinya sendiri yang baru berusia tiga bulan Nur Raisa.

YN mengaku, sakit hati dengan perlakuan suaminya, Deri (24) yang berselingkuh dengan wanita lain. Terlebih, hubungan gelap itu sampai membuat wanita tersebut hamil.

“Sakit hati, pak. Ingat terus suami selingkuh,” tuturnya sembari terus terisak, di Mapolres Cianjur, Minggu (29/9).

YN menuturkan, perselingkuhan itu diketahuinya bersama keluarga saat wanita selingkuhan suaminya itu mendatangi rumahnya di Kampung Cisuren RT 003/005, Desa Sukagalih, Kecamatan Takokak, Cianjur.

“Waktu itu saya lagi hamil tujuh bulan,” ungkapnya.

Ibu muda yang masih berusia 20 tahun itu mengungkap, selain sakit hati, dirinya dan keluarganya juga sangat malu.

“Wanitanya minta ganti rugi Rp1 juta untuk biaya aborsi. Terpaksa saya kasi,” katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, suaminya bersikukuh tak mau mengakui perselingkuhan tersebut. Sebaliknya, YN malah jadi sasaran amarah dan pukulan dari suaminya.

“Saya dipukul, diginiin (memperagakan pukulan di bagian kepala) sama dicubit,” tuturnya.

Ternyata, sakit hati YN itu sangat membekas sampai ia melahirkan dan bahkan sampai usia bayinya, Nur Raisa, berusia tiga bulan.

Kini, hanya penyesalan yang dirasakan YN atas kematian anak pertamanya itu. Terlebih, semua itu dilakukannya lantaran emosi dan sakit hati kepada suaminya.

“Menyesal, pak. Saya menyesal,” ucapnya sembari terus menangis.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto menyatakan, berdasarkan pemeriksaan, kondisi kejiwaan YN sama sekali tidak terganggu alias sehat. Saat melakukan perbuatan penghilangan nyawa bayinya sendiri, YN juga sepenuhnya sadar.

“Kondisi (kejiwaan pelaku) sehat, normal. Tapi sekarang memang trauma dan shock. Tidak sadar bahwa perbuatannya akan berakibat fatal seperti ini,” papar dia.

Atas perbuatannya, YN disangka dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Pasal 338 KUHPidana.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” pungkas Juang.

(tim)