IJTI Korda Cianjur Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis

IJTI Korda Cianjur

RADARCIANJUR.com – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Cianjur menyayangkan sikap oknum aparat kepolisian yang melakukan kekerasa terhadap 10 orang jurnalis yang sedang melakukan peliputan ketika unjuk rasa di beberapa daerah pada tanggal 24-25 September 2019.

Tindakan tersebut dirasa terlalu berlebihan. Pasalnya, kerja jurnalis sudah dilindungi oleh Undang-Undang Pers. Semestinya, aparat keamanan juga bisa tetap mengendalikan emosi di lapangan.

Banyak jurnalis yang mendapat kekerasan saat meliput aksi menolak RKUHP yang pelakunya didominasi oleh aparat kepolisian menunjukan ada persoalan serius di tubuh Polri tertutama terkait penanganan dan perlindungan bagi para jurnalis.

Mengingat Polri dan Dewan Pers telah memiliki MoU terkait penanganan dan perlindungan bagi para jurnalis.

Oleh karena itu IJTI Korda Cianjur mempertanyakan komitmen Polri dalam menjalankan nota kesepakatan menyangkut perlindungan jurnalis yang sudah dibuat dengan Dewan Pers.

Mengingat dalam prakteknya masih banyak anggota Polri di level bawah yang tidak memahami tugas-tugas jurnalis yang dilindungi dan dijamin oleh undang-undang.

“Saya mengecam tindakan represif dari aparat yg terlalu berlebihan, karena kerja jurnalis sudah dilindungi UU pers dan semestinya emosial konfrotatif bisa dikendalikan aparat,” ujar Ketua IJTI Korda Cianjur, Rendra Gozali.

Dalam UU No 40 tahun 1999 tentang Pers secara tegas disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers, dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda sebanyak Rp500 juta.

Pers berfungsi sebagai kontrol sosial dan penyampai aspirasi publik. Itulah mengapa pers menjadi salah satu pilar demokrasi. Tanpa kebebasan pers dan berekspresi maka demokrasi di tanah air tidak akan berjalan dengan baik.

Padahal kebebasan pers dan demokrasi yang tengah tumbuh dan berkembang menjadi satu-satunya kebanggan bagi bangsa ini.

Pihaknya pun mendesak kepada Kapolri untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis agar diusut sampai tuntas.

“Mendesak kepada Kapolri agar menindak tegas anggotanya yg melakukan kekerasan terhadap jurnalis dan diusut sampai tuntas. Karena ini sudah mengenai fisik dan psikis,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya pun berahap hal serupa tidak terjadi kembali di Indonesia kepada para jurnalis yang sedang meliput. Sementara petugas kepolisian yang bertugas pun harus mengerti mengenai aturan jurnalis, sehingga tidak ada lagi batasan-batasan peliputan.

“Secepatnya ditindak tegas seperti pemecatan. Karena sudah sering terjadi,” tegasnya.(kim)